kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.868   -144,00   -0,80%
  • IDX 6.056   169,50   2,88%
  • KOMPAS100 804   28,83   3,72%
  • LQ45 606   19,48   3,32%
  • ISSI 208   7,01   3,49%
  • IDX30 345   10,28   3,07%
  • IDXHIDIV20 425   10,76   2,60%
  • IDX80 91   3,15   3,59%
  • IDXV30 114   3,83   3,48%
  • IDXQ30 111   2,88   2,67%

Knight Frank Indonesia Perkirakan Harga Properti Residensial Terkoreksi di Kuartal I


Kamis, 17 Februari 2022 / 18:36 WIB
ILUSTRASI. Pemulihan Sektor Properti: Pembangunan perumahan di Tangerang Selatan, Kamis (6/1). Knight Frank Indonesia Perkirakan Harga Properti Residensial Terkoreksi di Kuartal I


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyebut, harga properti di pasar primer secara tahunan mengalami peningkatan pada kuartal IV-2021.

Berdasarkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI, pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) per kuartal IV tahun lalu tercatat 1,47% (yoy), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 1,41%. 

Dengan demikian, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono turut memperkirakan, harga properti residensial primer pada kuartal I-2022 akan tumbuh lebih terbatas sebesar 1,29% (yoy). 

Menanggapi hal itu, Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia mengatakan pada dasarnya pertumbuhan indeks di akhir tahun 2021 masih berada pada kisaran angka yang stabil sejak awal tahun 2021. 

Baca Juga: Asing Net Buy Rp 649 Miliar Saat IHSG Terkoreksi, Saham-Saham Ini Banyak Dikoleksi

“Sehingga dapat disimpulkan indeks harga residential stabil sepanjang tahun 2021,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Kamis (17/2).  

Sementara itu, dia memproyeksikan di kuartal I-2022 kemungkinan akan sedikit terkoreksi dari tahun sebelumnya, hal ini diantaranya disebabkan oleh gelombang ketiga pandemi Covid-19. 

“Meskipun pelaku properti cukup berpengalaman mengatasi hal ini, namun perhatian konsumen akan terdistraksi terhadap kebutuhan pengelolaan kesehatan terlebih dulu,” sambungnya. 

Namun demikian, meski masih adanya ancaman Covid-19, dia melihat prospek bisnis di tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Pebisnis Hotel Prediksi Sektor Pariwisata Rebound di Tahun Ini




TERBARU

[X]
×