Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membeberkan strategi agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global, mulai dari percepatan 5G hingga penguatan kecerdasan buatan (AI).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto optimis Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.
Percepatan pembangunan infrastruktur digital yang merata dan berkualitas, menjadi salah satu pilar utama agar bisa berkembang menjadi pemain ekosistem digital global.
Baca Juga: Tren ESG Menguat, PalmCo Memperbesar Target Penanaman
Kemudian, tak lupa menjadikan 5G dan AI sebagai pilar utama ekonomi digital, mengembangkan data center sebagai fondasi penguatan AI, meningkatkan kapasitas talenta digital, serta menghadirkan kebijakan yang adaptif dan kolaboratif juga menjadi upaya pendorongnya.
"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan digital yang inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan," ujar Wayan dalam acara Forum Indotelko di Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Wayan menjelaskan bahwa transformasi digital akan menentukan peningkatan produktivitas, memperluas akses layanan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis inovasi.
Dalam hal ini, Komdigi ingin menempatkan jaringan 5G hingga pemberdayaan Artificial Intelligence (AI) sebagai infrastruktur kritis nasional.
"5G memberikan fondasi konektivitas dengan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kapasitas besar yang memungkinkan berbagai inovasi baru, mulai dari Industri 4.0, layanan kesehatan digital, hingga kota cerdas," kata Wayan.
Baca Juga: Produk Panel Surya Diancam Tarif 143%, Ekspor Panel Surya RI Terancam Mandek
Kemudian, Komdigi ingin AI dijadikan sebagai mesin utama yang mengubah data menjadi insight, meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi di berbagai sektor.
Wayan menjelaskan bahwa Komdigi juga ingin memberikan perhatian besar kepada data center.
Sebab, data center bukan lagi sekedar fasilitas penyimpanan data, melainkan telah menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama bagi pengembangan AI.
"Kebutuhan akan komputasi skala besar, penyimpanan data masif, serta integrasi dengan cloud dan edge computing akan terus meningkat," bebernya.
Pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menjaga tata kelola tetapi juga mendorong inovasi dan investasi.
"Arah kebijakan Komdigi mencakup percepatan pengembangan 5G melalui optimalisasi spektrum, penyusunan tata kelola AI yang beretika dan bertanggung jawab, penguatan perlindungan data pribadi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan infrastruktur digital," tuturnya.
Baca Juga: AS Kenakan Tarif Antidumping 35,17% untuk Panel Surya RI, Begini Tanggapan Kemendag
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













