kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Panasonic Tahan Kenaikan Harga Produk di Tengah Tekanan Rupiah dan Biaya Produksi


Minggu, 14 Juni 2026 / 10:00 WIB
Panasonic Tahan Kenaikan Harga Produk di Tengah Tekanan Rupiah dan Biaya Produksi
ILUSTRASI. Panasonic Gobel Indonesia (KONTAN/LENI)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Panasonic Gobel Indonesia masih menahan kenaikan harga produk di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan tekanan biaya bahan baku global. Strategi tersebut ditempuh untuk menjaga daya beli konsumen sekaligus mendorong penjualan sepanjang tahun ini.

Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel, mengatakan perusahaan hingga saat ini belum melakukan penyesuaian harga meski biaya produksi menghadapi tantangan dari pergerakan kurs dan harga material.

"Saat ini kami belum melakukan penyesuaian harga. Kami masih terus berkomunikasi dengan pabrik dan pemasok untuk melihat sejauh mana kenaikan biaya bisa diserap," ujar Arif di sela Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026, Minggu (14/6).

Baca Juga: Wuling Andalkan Kendaraan EV dan Hybrid untuk Dongkrak Penjualan di Jakarta Fair 2026

Menurut dia, Panasonic masih mencatatkan kinerja yang positif pada awal tahun ini. Meski demikian, perusahaan tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan biaya produksi yang berpotensi memengaruhi harga jual produk elektronik.

Arif menjelaskan, jika nantinya terjadi penyesuaian harga, perusahaan akan melakukannya secara bertahap agar tidak memberikan tekanan yang terlalu besar kepada konsumen.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar kenaikan biaya tidak langsung berdampak besar ke konsumen," katanya.

Salah satu faktor yang membuat Panasonic relatif lebih fleksibel dalam menjaga harga adalah tingginya kandungan lokal pada produk yang dipasarkan di Indonesia. Perusahaan memiliki fasilitas manufaktur di dalam negeri sehingga tidak terlalu bergantung pada produk impor.

"Kami memiliki pabrik sendiri dan sebagian besar produk yang dipasarkan berasal dari produksi dalam negeri. Karena itu dampak dari kendala impor maupun perubahan kebijakan perdagangan tidak terlalu besar bagi kami," ujarnya.

Di tengah strategi menjaga harga tersebut, Panasonic memanfaatkan ajang PRJ 2026 untuk memperkenalkan lini produk premium terbaru. Produk yang diperkenalkan mencakup AC inverter premium, kulkas Made in Japan Series, sistem pemurnian air, hingga perangkat perawatan pribadi dan kamera digital.

Chief Sales Officer PT Panasonic Gobel Indonesia, Budi Pratama Widjaja, mengatakan peluncuran produk premium menjadi salah satu upaya perusahaan memperkuat pasar elektronik rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan.

"Untuk PRJ tahun ini kami menargetkan penjualan sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," kata Budi.

Ia mengakui kondisi ekonomi global masih menyisakan tantangan. Namun Panasonic tetap optimistis terhadap prospek pasar domestik karena permintaan elektronik rumah tangga masih cukup baik.

Selain menghadirkan produk baru, Panasonic juga menawarkan berbagai program promosi selama PRJ 2026, termasuk diskon hingga 70% dan sejumlah hadiah langsung bagi konsumen.

Baca Juga: Salim Ivomas (SIMP) Buka Suara soal Pemeriksaan Transaksi Ekspor, Ini Penjelasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×