Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Herlina Kartika Dewi
Baca Juga: NetApp Memberdayakan Perusahaan untuk Membangun Apapun dan Dimanapun KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai melakukan konsolidasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi. Langkah ini menjadi bagian dari penataan untuk memperbaiki kinerja dan efisiensi BUMN Karya.
Dalam tahap awal, Danantara mengonsolidasikan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya. Sementara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menjalani restrukturisasi lebih dulu sebelum masuk tahap konsolidasi berikutnya.
Menanggapi langkah tersebut, Badan Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai konsolidasi BUMN Karya perlu tetap menjaga ruang bagi kontraktor swasta, vendor, supplier, dan pengusaha daerah.
Baca Juga: Pekerja Bisa Menghemat Ongkos dengan Skema Berbagi Perjalanan
Sekretaris Jenderal BPP HIPMI Anthony Leong mengatakan, kelancaran pembayaran kepada vendor dan subkontraktor perlu menjadi perhatian dalam proses konsolidasi. Keterlambatan pembayaran dapat berdampak langsung pada kondisi usaha mitra kerja.
“Bagi kontraktor daerah dan supplier kecil, keterlambatan pembayaran beberapa bulan bisa langsung mengganggu modal kerja, pembayaran gaji, bahkan kelangsungan usahanya,” ujar Anthony dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).
Di sisi lain, HIPMI menilai penataan BUMN Karya perlu dibarengi pembagian peran yang lebih jelas dengan perusahaan swasta. BUMN dapat berfokus pada proyek strategis dan kompleks, sedangkan perusahaan swasta nasional dan daerah mendapat ruang melalui kemitraan dan rantai pasok.
“Jangan sampai BUMN yang semakin besar justru membuat ruang pengusaha nasional semakin kecil,” kata Anthony.
HIPMI juga mendorong agar dampak konsolidasi terhadap ekosistem usaha ikut diperhitungkan, bukan hanya kondisi keuangan masing-masing perusahaan.
“Keberhasilan konsolidasi jangan hanya dilihat dari penurunan utang, tetapi juga dari ketepatan waktu proyek dan semakin luasnya keterlibatan pelaku usaha nasional,” tutup Anthony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














