kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Konstruksi Bergairah, Impor Baja Melonjak


Rabu, 04 Agustus 2010 / 19:28 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Cipta Wahyana

JAKARTA. Kementerian Perdagangan mencatat, impor besi baja pada Januari–Juni 20210 melonjak 79,5% menjadi US$ 2,37 miliar dibandingkan impor pada periode yang sama tahun 2009 yang hanya US$ 1,32 miliar.

Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kenaikan impor baja ini terjadi karena proyek infrastruktur dan konstruksi memang tumbuh cukup pesat sejak awal tahun lalu. “Kenaikan impor itu karena adanya pertumbuhan proyek konstruksi,” kata Mari dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (4/8). Mari menambahkan, kenaikan impor produk besi dan baja itu menunjukan bahwa ekonomi di dalam negeri tumbuh.

Memang lonjakan impor baja itu bisa memicu kekhawatiran produsen dalam negeri. Tapi, Mari mengingatkan lonjakan impor itu terlihat sangat tinggi karena dibandingkan dengan angka tahun 2009. Sementara, tahun lalu, seiring kegiatan konstruksi yang lesu, impor baja juga rendah. “Sebaiknya perbandingan impor itu dilakukan dengan tahun 2008, saat pembangunan konstruksi sedang tinggi,” katanya. Catatana saja, realiasi impor besi baja sepanjang tahun 2008 mencapai US$ 8,3 miliar.

Betul, saat ini, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah mengupayakan strategi safeguard lewat penerapan bea masuk untuk beberapa produk baja. Namun, Mari lagi-lagi mengingatkan, arus impor baja tidak akan segera turun karena jenis produk besi dan baja sangat banyak. Sehingga, penurunan impor satu produk yang terkena safeguard tidak akan berpengaruh banyak terhadap impor secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×