kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.991   79,00   0,44%
  • IDX 5.981   -90,25   -1,49%
  • KOMPAS100 771   -14,29   -1,82%
  • LQ45 591   -10,33   -1,72%
  • ISSI 207   -3,59   -1,70%
  • IDX30 328   -5,39   -1,62%
  • IDXHIDIV20 418   -6,04   -1,42%
  • IDX80 88   -1,64   -1,83%
  • IDXV30 114   -1,30   -1,14%
  • IDXQ30 107   -1,47   -1,36%

Konstruksi mega proyek listrik 35.000 MW capai 25%


Senin, 31 Agustus 2015 / 14:10 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengaku optimistis proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) bisa selesai tepat waktu pada 2019 mendatang.

Kementerian ESDM mengklaim, konstruksi pembangkit dan transmisi dari mega proyek yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Yogyakarta tanggal 4 Mei 2015 tersebut sudah mencapai 25%.

"Kemudian tahun ini Insya Allah sisa yang 7.000 MW dari periode yang lalu sekitar 4.000-an itu akan COD (commercial on date atau pengoperasian secara komersial), artinya akan selesai karena lebih dari 70% sisa-sisa proyek yang FTP (fast track program) I itu tingkat penyelesaiannya sudah di atas 80%,” ujar Sudirman dalam acara Dialog Energi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (30/8).

Pada tahun ini juga, Kementerian ESDM menargetkan minimal 10.000 MW akan terkontrak sehingga IPP (Independen Power Producers) akan menandatangani perjanjian kerjasama jual beli listrik dengan PLN. “Jadi dari segi persiapan proyek rasanya kami optimis, begitupun financing saya belum melihat ada kendala sampai hari ini,” ujarnya.

Sebagian besar proyek 35.000 MW yang akan mulai adalah pembangkit listrik yang sudah dioperasikan, namun ditambahkan kapasitas listriknya (eskpansi), seperti PLTU Cirebon, Tanjung Jati, dan PLTU Cilacap yang akan diekspansi. Hal inilah yang membuat Sudirman bertambah optimis.

“Saya kira kalau itu “gelinding” atau jalan itu akan juga mendorong persiapan-persiapan proyek lainnya,” kata Sudirman.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan tidak akan menurunkan target 35.000 MW. Presiden pun menugaskan para menteri untuk menyelesaikan kendala yang ada terkait megaproyek listrik tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×