kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Konsumsi BBM dan LPG di Aceh Berpotensi Meningkat Jelang Idul Fitri


Minggu, 01 Mei 2022 / 10:29 WIB
Konsumsi BBM dan LPG di Aceh Berpotensi Meningkat Jelang Idul Fitri
ILUSTRASI. Konsumsi BBM di Aceh diproyeksi naik jelang Lebaran


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina memproyeksikan peningkatan konsumsi  Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Gasoline dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Aceh jelang Idul Fitri.

“Kami memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah kebutuhan Gasoline dan LPG jelang Idul Fitri di Aceh,” kata Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman dalam keterangan resmi, Kamis (28/4).

Menurutnya, mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami lonjakan, apalagi setelah dua tahun masa pandemi masyarakat tidak bisa mudik ke kampung halaman. Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI).

Pemberlakuan Satgas RAFI dimulai dari 11 April hingga 10 Mei 2022. “Satgas RAFI akan bekerja 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik,” jelas Taufikurachman.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memprediksi akan terjadi kenaikan jumlah kebutuhan BBM dan LPG selama masa Satgas RAFI. Setidaknya akan ada peningkatan kebutuhan sebanyak 9% atau naik 169 KL untuk Gasoline dan 8% atau 30 MT untuk LPG. Sedangkan untuk Gasoil diprediksi turun 5% atau 55 KL dibandingkan dengan konsumsi harian normal.

Baca Juga: Pertamina Resmikan 5 Proyek Strategis di Kilang Cilacap

"Kami juga menyiapkan layanan tambahan meliputi SPBU Siaga, outlet LPG Siaga, motorist, mobile storage dan Pertashop. Mobile storage akan kami siagakan di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Pidie," kata Taufikurachman.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk mendukung penerapan kebijakan B30, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah melakukan suplai perdana kargo trading produk Sodium Methylate Oxide (SMO). Suplai perdana telah diberikan kepada PT Sari Dumai Sejati pada tanggal 11 April 2022 dari titik supply point Belawan ke Dumai.

Adapun, tujuan dari suplai produk SMO ini adalah untuk mendukung produksi Fatty Acid Methyl Esters (FAME).

“FAME ini akan menjadi bahan pencampuran bahan bakar nabati yang mendukung kebijakan B30 dari pemerintah,” terangnya.

Dia menjelaskan, SMO merupakan bahan kimia yang dihasilkan dari pencampuran antara Methanol dengan Sodium Hydroxide. SMO digunakan sebagai katalis untuk proses transesterifikasi dengan minyak sayur dan bahan kimia lainnya untuk dijadikan FAME, yang kemudian disalurkan ke Fuel Terminal Pertamina di seluruh Indonesia sebagai bahan pencampuran Biodiesel.

“Penggunaan SMO sebagai katalis akan membantu produksi FAME di Indonesia,” ucap Taufikurachman.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Pertamina Menjaga Pasokan BBM di SPBU di Masa Mudik Lebaran

Sementara itu, Region Manager Corporate Sales Sumbagut, Samuel Hamonangan Lubis, mengatakan untuk kebutuhan suplai SMO, sebanyak sepuluh iso tank telah dipesan dengan total kapasitas 225 Metric Ton (MT).

“Dengan potensial kebutuhan produk SMO sebanyak 35.000 hingga 75.000 MT dalam setahun di seluruh wilayah Sumbagut (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatra Barat, dan Kepulauan Riau) untuk suplai yang berkelanjutan,” kata Samuel.

Ia mengatakan, target ke depannya di tahun 2022 adalah adanya  portofolio produk yang dijual oleh PT Pertamina Patra Niaga khususnya Corporate Sales Sumbagut untuk pasar FAME yaitu Methanol yang dapat mencapai 9.000 MT sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk B30.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×