kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.991   56,09   0,71%
  • KOMPAS100 1.128   11,36   1,02%
  • LQ45 818   2,79   0,34%
  • ISSI 282   4,00   1,44%
  • IDX30 426   -0,28   -0,07%
  • IDXHIDIV20 512   -3,01   -0,58%
  • IDX80 126   0,93   0,75%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,53   -0,38%

Krisis Yunani Belum Rontokkan Pasar CPO


Sabtu, 29 Mei 2010 / 09:38 WIB
Krisis Yunani Belum Rontokkan Pasar CPO


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Eksportir CPO (crude plam oil) belum mengkhawatirkan dampak dari krisis yang tengah menyapu Eropa.

Para eksportir menghitung, krisis Eropa hanya akan mengkoreksi harga di pasar dunia. Sedangkan dari segi kebutuhan dan permintaan CPO untuk kebutuhan pangan diperkirakan tidak akan mengalami penurunan. “CPO untuk kebutuhan makanan Insya Allah belum berubah,” kata Max Ramajaya, Business Development Wilmar Indonesia yang juga pengurus harian bidang pemasaran Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).

Hanya saja, tetap muncul kekhawatiran bahwa kebutuhan CPO untuk energi akan mengalami penurunan karena melambatnya pertumbuhan industri dalam berproduksi. “Jika dilihat dari penggunaan CPO untuk energy terbarukan ada sedikit pengurangan,” kata Max yang masi berada di Papua saat dihubungi KONTAN via ponselnya itu.

Kebutuhan CPO untuk energy dilakukan dalam kontrak jangka panjang. Jika terjadi krisis yang berlarut di Eropa, Max yakin pembeli CPO Eropa tidak semerta-merta menggagalkan kontrak pembeliannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×