kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kuasa hukum Starbucks bungkam soal gugatan ke pengusaha kopi Lampung


Rabu, 21 Maret 2018 / 23:09 WIB
ILUSTRASI. Logo merek Ahli Kopi Lampung (AKL) yang disomasi Starbucks


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kuasa hukum Starbucks Cooperation enggan berkomentar terkait somasi yang dilayangkan kliennya kepada Abdillah Muhammad, pengusaha kopi asal Lampung dengan merek Ahli Kopi Lampung (AKL).

Dari berkas somasi yang dilayangkan, diketahui bahwa Starbucks memberikan kuasa hukumnya kepada kantor hukum Suryomucitro & Co terhadap dua pengacara Evi Triana Wulandari, dan Tania Lovita.

Saat Kontan.co.id mencoba mengonfirmasi hal tersebut, Evi enggan memberikan penjelasan. "Saya belum dapat kuasa untuk bicara kepada pihak ketiga, termasuk wartawan. Nanti akan kami tanyakan dahulu kepada klien kami dan akan segera kami beritahukan," katanya saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (21/3).

Sekadar informasi, somasi kepada AKL sendiri dikirim Starbucks melalui surat tertanggal 15 Februari 2018. Dalam surat tersebut ada dua aspek dari logo AKL yang dinilai Starbucks menyerupai logonya.

"Merek yang diajukan memiliki persamaan pada pokoknya, dengan merek-merek terkenal Lingkaran Konsentris Starbucks dengan warna hijau yang telah terdaftar milik klien kami. Persamaan tersebut juga terdapat pada penggunaan lukisan mahkota yang sama dengan milik Starbucks yang unik," tulis surat somasi tersebut.

Menanggapi surat somasi tersebut, Abdillah mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berkonsultasi dengan kuasanya hukumnya terlebih terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan kepada Starbucks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×