kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih KLBF pada Semester I-2023 Turun 6,6%, Ekspansi Bisnis Tetap Dikebut


Selasa, 08 Agustus 2023 / 17:58 WIB
Laba Bersih KLBF pada Semester I-2023 Turun 6,6%, Ekspansi Bisnis Tetap Dikebut
ILUSTRASI. Laba Bersih KLBF di Semester I-2023 Turun 6,6%, Ekspansi Dalam dan Luar Negeri Tetap Dikebut


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sepanjang semester I-2023 berhasil membukukan laba bersih senilai Rp1,52 triliun. Sayangnya nilai ini turun 6,6% dibandingkan periode sama di tahun 2022 yang mencapai Rp1,63 triliun. 

Meski begitu, dari sisi penjualan bersih KLBF mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,4% di semester I-2023 dengan nilai penjualan bersih Rp 15,17 triliun.    

Direktur Pharma KLBF, Mulia Lie mengatakan penurunan laba bersih ini disebabkan dari kondisi pasar yang cukup menantang pada sektor kesehatan karena adanya perubahan pola konsumsi.   

Baca Juga: Laba Bersih Kalbe Farma Diprediksi Tumbuh Double Digit, Intip Rekomendasi Saham KLBF

Walaupun menghadapi situasi pasar yang menantang, ia menjelaskan di semester II-2023 Kalbe akan fokus pada upaya mendorong penjualan dengan berbagai aktivitas pemasaran dan edukasi. 

“Perusahaan juga terus konsisten melakukan aktivitas riset dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi produk dan layanan. Kami juga terus mengembangkan kerja sama strategis, antara lain dengan kolaborasi untuk distribusi cold chain. Perbaikan laba akan diupayakan dari pengendalian biaya produksi dan biaya operasional,” jelas Mulia saat dihubungi Kontan, Selasa (08/08).

Selain itu, Kalbe akan tetap fokus pada menjaga ketersediaan produk dan meminimalkan dampak kenaikan harga bahan baku melalui pengelolaan harga dan portofolio. 

Terkait ekspansi, di semester II-2023 Kalbe berupaya mendorong peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) melalui berbagai inisiatif penyediaan produk obat dan alat kesehatan.  

“Melalui sinergi ABGC (Akademisi, Business, Government dan Komunitas), Perusahaan terus berkolaborasi menghasilkan produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Mulia.

 

Perusahaan juga memperkuat kolaborasi riset dan uji klinis dengan pihak ketiga untuk produk penemuan baru (novel products) melalui PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio) serta melanjutkan proses integrasi PT Aventis Pharma untuk memperkuat Divisi Obat Resep

Tak hanya dalam negeri, Kalbe juga memiliki beberapa kerjasama dengan pihak luar negeri guna memperkuat pasar ekspor melalui anak perusahaan patungan seperti Global Starway Synergy Co., Ltd di China serta Kalbe Ecossential International Inc. di Filipina.

Selanjutnya: Suka makan di McDonald's? Ini kisah tragis pendirinya

Menarik Dibaca: IHSG Turun 0,25% ke 6.868 Selasa (8/8), BMRI Kembali Direkomendasikan Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×