kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Produsen Mamin Mulai Rasakan Tekanan Biaya Kemasan


Minggu, 15 Maret 2026 / 22:59 WIB
Produsen Mamin Mulai Rasakan Tekanan Biaya Kemasan
ILUSTRASI. Industri Makanan dan Minuman Terdampak Pelemahan Nilai Rupiah (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman mulai merasakan tekanan kenaikan biaya bahan penunjang produksi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga sejumlah bahan baku, termasuk yang digunakan dalam proses kemasan, dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi industri.

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman mengatakan pelaku industri mulai menerima informasi adanya kenaikan harga kemasan dari pemasok.

“Sudah mulai ada info kenaikan kemasan. Namun saya belum dapat info detail,” ujar Adhi kepada Kontan, Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Menjelang Lebaran, Industri Makanan dan Minuman Mitigasi Dampak Gejolak Timur Tengah

Ia menambahkan bahwa kondisi pasokan bahan baku kemasan juga mulai menunjukkan tanda pengetatan. Beberapa bahan berbasis plastik bahkan semakin sulit diperoleh oleh industri.

“Plastik semakin sulit,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pelaku industri sebelumnya mengungkapkan bahwa harga bahan penunjang seperti isopropyl alcohol melonjak signifikan dalam dua pekan terakhir. Bahan tersebut digunakan dalam proses pencair tinta untuk pencetakan kemasan makanan dan minuman.

Lonjakan harga bahan penunjang produksi tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan biaya packaging produk dalam waktu dekat. Kenaikan biaya kemasan biasanya akan berdampak pada struktur biaya produksi industri makanan dan minuman secara keseluruhan.

Baca Juga: Truk Sumbu 3 Dilarang 17 Hari Saat Lebaran 2026, Apindo dan Gapmmi Keberatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×