Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. LIGHT Group memperkuat posisinya di industri layanan kesehatan preventif dengan mengembangkan program penurunan berat badan berbasis medis yang terintegrasi, menyasar pasar obesitas yang terus tumbuh di Indonesia.
Melalui pendekatan komprehensif—menggabungkan terapi medis, pendampingan gizi, dan perubahan perilaku,perusahaan menargetkan solusi jangka panjang, bukan sekadar tren penurunan berat badan instan.
Chief Marketing Officer LIGHT Group, Anna Yesito Wibowo, mengatakan strategi bisnis perusahaan berangkat dari pemahaman bahwa obesitas merupakan masalah kompleks yang membutuhkan intervensi menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: 15 Daftar Buah yang Bagus untuk Diet Turun Berat Badan
Dengan pengalaman lintas industri di perusahaan besar seperti PT Mowilex Indonesia, PT Ichi Tan Indonesia, PT Central Proteinaprima, dan Japfa Comfeed Indonesia, Anna menekankan pentingnya membangun layanan berbasis nilai (value-based service), bukan sekadar produk.
“Kami tidak menjual injeksi, kami membangun ekosistem penurunan berat badan yang aman, terkontrol, dan berkelanjutan. Inilah diferensiasi utama LIGHT Group,” ujar Anna.
Dari sisi korporasi, LIGHT Group memosisikan program Semaslim sebagai layanan end-to-end. Model bisnisnya mencakup skrining medis ketat, penentuan dosis yang dipersonalisasi, pendampingan ahli gizi, serta monitoring rutin oleh dokter dan tenaga kesehatan.
Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan retensi pasien sekaligus meminimalkan risiko kegagalan terapi—tantangan utama dalam industri penurunan berat badan.
Anna, menilai pasar layanan obesitas memiliki potensi besar, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan metabolik dan risiko penyakit kronis. Namun, ia menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis hanya dapat dicapai jika hasil klinis pasien juga berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Teh Hijau untuk Diet Turun Berat Badan, Simak Yuk!
“Tanpa perubahan perilaku dan pola pikir, hasil apa pun hanya sementara. Dari perspektif bisnis, itu berarti churn tinggi dan kepuasan rendah. Kami menghindari itu,” katanya.
Di sisi medis, LIGHT Group memanfaatkan terapi berbasis Semaglutide, obat yang bekerja pada reseptor GLP-1 untuk membantu mengontrol rasa lapar dan gula darah.
Sejumlah otoritas kesehatan internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan National Institute for Health and Care Excellence (NICE) di Inggris Raya menyatakan Semaglutide aman dan efektif untuk pengendalian berat badan.
Obat ini telah mengantongi izin edar dari FDA dan **BPOM Indonesia pada Mei–Juni 2025.
Meski demikian, LIGHT Group menekankan bahwa terapi injeksi hanya bersifat pendukung. Penggunaan Semaglutide harus berada di bawah pengawasan medis dan dikombinasikan dengan diet rendah kalori serta aktivitas fisik terstruktur.
Baca Juga: Apakah Makan Buah Pepaya Bagus untuk Diet Turun Berat Badan atau Tidak?
Studi klinis menunjukkan manfaat tambahan berupa perbaikan profil metabolik, penurunan risiko komplikasi obesitas, serta proteksi jantung dan ginjal.
Dengan strategi ini, LIGHT Group menargetkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di sektor layanan kesehatan berbasis pencegahan, sekaligus membangun kepercayaan pasar melalui pendekatan medis yang bertanggung jawab dan terukur.
Sumber: https://www.tribunnews.com/tribunners/7778503/nafsu-makan-bisa-dikendalikan-tapi-berat-badan-ideal-perlu-konsistensi-jangka-panjang?page=all&s=paging_new.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













