Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Para pengembang (developer) memandang optimis pertumbuhan industri properti tahun 2016 akan lebih baik dibandingkan tahun ini.
Optimisme itu didasarkan pada pertumbuhan ekonomi nasional yang perlahan-lahan mulai membaik sejalan dengan langkah pemerintah mengeluarkan sejumlah paket kebijakan ekonomi. Kebijakan itu diharapkan dapat menggairahkan bisnis yang kemudian mendorong daya beli konsumen.
"Saya memprediksi pertumbuhan properti akan tumbuh 8%-9% di tahun mendatang," kata James Riady, Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group, Rabu (28/10).
Tentunya, angka pertumbuhan properti tersebut harus diiringi dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, karena bisnis properti sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi.
James memproyeksikan, orang-orang yang memilih untuk menunggu dan melihat (wait and see) dalam membeli properti sepanjang tahun 2015 karena alasan ekonomi yang belum stabil ini, maka ke depan mereka akan mulai bergerak untuk mengairahkan pasar properti pada kuartal II-2016 atau semester II-2016.
"Yang pasti mereka akan membeli rumah untuk kebutuhan tempat tinggal," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News