kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Lompatan besar dari merger Ciputra


Jumat, 23 Desember 2016 / 15:39 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Grup Ciputra sedang memiliki hajatan besar, yakni melebur seluruh entitas bisnis properti ke dalam satu wadah bernama PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Dua entitas lain yang melebur adalah PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dan PT Ciputra Property Tbk (CTRP).

Rencana merger tersebut memang masih menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 27 Desember nanti. Bila sebagian besar pemegang saham setuju dengan rencana manajemen Ciputra, maka pada tanggal 19 Januari 2017 nanti, menjadi tanggal pengkonversian saham Ciputra Surya dan Ciputra Property ke dalam Ciputra Development.

Menurut Harun Hajadi, Managing Director Grup Ciputra atau PT Ciputra Development, penggabungan entitas bisnis tersebut tidak cuma menguntungkan pemegang saham, tapi juga perusahaan properti ini. Maklum, Grup Ciputra berambisi menjadi pengembang terbesar di Indonesia. "Ini setelah selesai merger," ungkap dia ke KONTAN, Kamis (22/12).

Ia memastikan, konflik yang kerap terjadi bila ada satu proyek properti anyar, apakah masuk ke Ciputra Development, Ciputra Surya atau Ciputra Properti sudah tidak ada lagi ke depan. Malah, dengan struktur perusahaan baru nanti, bakal ada kejelasan, mana proyek yang akan masuk ke Ciputra Surya atau Ciputra Properti.

Tulus Santoso, Direktur Citra Development, memastikan, setelah merger, perusahaan ini masih tetap berada di bisnis properti. Grup ini tengah menjalankan 76 proyek di seluruh Indonesia. "Tetap fokus di real estat, tidak ada bisnis yang kami lepas," tukasnya ke KONTAN.

Setelah pelaksanaan merger  tersebut, pihaknya menargetkan mampu meraup pertumbuhan bisnis hingga 15% tahun depan. Proyeksi ini berasal dari beberapa proyek yang bakal digarap pengembang ini tahun depan.

Tahun depan, pengembang yang sempat menggadang tagline Sang Pelopor ini akan menggapai tiga proyek baru, yakni di Makassar, Cibubur dan Palembang. Perusahan ini  juga masih menunggu izin menggarap proyek baru di Manado dan Jayapura.

Setelah merger ketiga perusahaan ini tuntas, Ciputra Development bakal mempunyai 24 entitas anak usaha, yang sebelumnya tercatat 10 entitas anak usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×