kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Luhut: 30 Investor Jepang lirik proyek di Ibukota baru di Kaltim


Rabu, 20 November 2019 / 11:00 WIB
Luhut: 30 Investor Jepang lirik proyek di Ibukota baru di Kaltim
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

Sumber: Kompas.com | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda didampingi 30 imvestor mengunjungi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Padjaitan hari ini, Selasa (19/11/2019).

Rupanya, mantan perdana menteri serta 30 investor itu tertarik menanamkan modalnya di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, setidaknya terdapat 3 proyek yang dilirik para investor itu, salah satunya yakni megaproyek pembangunan ibu kota baru Indonesia kota baru di Kalimantan Timur.

Baca Juga: Proyek Ciputra Residence bakal terdongkrak ibu kota baru

"Mantan Prime Minister Fukuda bawa tim 30 orang investor jepang, dia mau investasi di Indonesia. (Proyeknya) kereta api Jakarta-Surabaya, kemudian Patimban, dan mereka ingin terlibat (di proyek pembangunan) ibu kota baru," ujar Luhut di kantornya, Selasa (19/11/2019).

Luhut menuturkan, ketertarikan investor Jepang terhadap proyek ibukota baru disinyalir karena mereka telah memiliki pengalaman membangun smart city dan green city.

"Mereka punya pengalaman smart city, green city. Mereka tertarik segala macam (di ibu kota baru). Itu mereka mau investasi green city, Presiden ingin futuristik ibu kota yang ramah lingkungan. Tinggal nanti kami pilah-pilah," tuturnya.

Adapun sejauh ini, kata Luhut, total dana asing yang telah masuk sekitar 3,2 miliar dollar AS. Dana itu masuk dari berbagai industri yang berniat menanamkan modal di Indonesia. Angka itu mampu menciptakan 50.000 hingga 100.000 lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Bisnis Sektor Properti Belum Kebagian Rezeki Bunga Turun

"Saya bilang yang private kemarin, ini ada 3,2 miliar dollar yang masuk dalam berapa industri, menciptakan lapangan kerja mungkin bisa sampai 50.000 sampai 100.000 dengan multiplier effect-nya," sebut Luhut.

Nantinya, investor yang masuk dalam kategori private sector, termasuk investor Jepang itu diperbolehkan menangani setengah proyek dari kebutuhan dana ibu kota baru yang sebesar Rp 460 triliun.

"Ya kan saya kira Rp 460 triliun (kebutuhan dana ibu kota baru). Jadi setengahnya mungkin bisa private sector yang masuk ya," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 30 Investor Jepang Lirik Megaproyek Ibu Kota Baru RI

Penulis : Fika Nurul Ulya




TERBARU

Close [X]
×