kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.993   80,00   0,45%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Makin Ramai, Ini Perusahaan Otomotif yang akan Produksi Mobil Listrik di Indonesia


Jumat, 29 Juli 2022 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Setelah Hyundai, Toyota, dan Mitsubishi, dua perusahaan otomotif lain juga berencana memproduksi kendaraan listrik di Indonesia./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan raksasa otomotif dunia sudah menyampaikan komitmen investasinya untuk makin serius mengembangkan  pabrik mobil listrik di Tanah Air. Setelah Hyundai, Toyota, dan Mitsubishi, Kementerian Perindustrian membeberkan bahwa dua perusahaan otomotif lain juga berencana memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.  

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Taufik Bawazier memaparkan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) memiliki investasi awal sebesar US$ 750 juta dengan kapasitas produksi electric vehicle pada tahap awal sebesar 3.000 unit per tahun. 

Nantinya pabrik ini dapat ditingkatkan sampai 150.000 unit per tahun untuk memproduksi kendaraan internal combustion engine (ICE) dan Electric Vehicle. 

Baca Juga: Indonesia-Korea Selatan Sepakat Tingkatkan Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi

Taufik menambahkan, ada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang hingga saat ini telah menambah investasi sebesar Rp 7 triliun dari total rencana investasi Rp 28,3 triliun yang akan digunakan untuk memproduksi kendaraan listrik. 

Sementara itu, Mitsubishi Motor Company (MMC) juga telah menyampaikan rencana penambahan investasi sebesar Rp 10 triliun mulai tahun 2022 hingga 2025 yang rencananya akan digunakan untuk memproduksi kendaraan jenis hybrid dan mini EV. 

“Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian berharap agar industri otomotif ke depannya dapat melakukan shifting secara perlahan untuk memproduksi dan mengembangkan pasar EV di Indonesia,” jelasya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/7). 

Dengan ini, Taufik berharap target produksi EV sebagaimana tercantum dalam amanat Permenperin Nomor 6 Tahun 2022 dapat tercapai dan sektor otomotif dapat memberikan sumbangsih nyata dalam penurunan emisi karbon. 

Baca Juga: Setelah Hyundai, Dua Raksasa Otomotif Ini Investasi Mobil Listrik di Indonesia

Selain tiga perusahaan yang sudah disebutkan tadi, Taufik mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua perusahaan otomotif lainnya yang juga berencana memproduksi kendaraan listrik. 

Tanpa menyebutkan berapa nilai investasinya, Taufik membeberkan bahwa PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) dengan kapasitas produksi untuk EV 10.000 unit pertahun. Selain itu, PT Sokonindo Automobile dengan kapasitas produksi untuk EV 1.000 unit/tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×