kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Iran Longgarkan Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan


Selasa, 17 Maret 2026 / 22:22 WIB
Iran Longgarkan Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (DOK/diki mardiansyah )


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lahadalia menyebut ada perkembangan positif pada Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Iran kini mulai mengizinkan kapal-kapal tanker melewati wilayah itu.

"Alhamdulillah, kita sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang, belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai. Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz, itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Iran sempat memblokade Selat Hormuz akibat eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang membuat jalur pelayaran tidak aman bagi kapal-kapal komersial untuk lewat dari wilayah itu.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Meroket 21,8%: Ini Model Paling Laris Februari 2026

Alhasil kapal-kapal tanker yang membawa minyak dan gas (migas) milik berbagai negara menjadi tertahan.

Kondisi ini menimbulkan terganggunya pasokan energi global, serta melonjaknya harga minyak.
Namun, Bahlil menyebut, akses di selat strategis tersebut kini mulai dilonggarkan Iran dengan penerapan pengaturan lalu lintas kapal secara bertahap.

Kapal-kapal pun sudah mulai bisa lewat, namun dikecualikan untuk kapal berbendera Israel dan AS.

"Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," ucapnya.

Adapun saat ini masih terdapat dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Teluk Arab.

Baca Juga: Lebaran 2026 Bisa Jadi Momentum Ekonomi Nasional, Ini Penyebabnya!

Keduanya yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sedangkan, VLCC Pertamina Pride mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Bahlil bilang, saat ini pemerintah bersama Pertamina masih terus bernegosiasi dengan pemerintah Iran agar kedua kapal tersebut bisa melewati Selat Hormuz.

"Masih negosiasi sekarang. Kan ini kan antrean panjang. Lagi dalam negosiasi, ya. Kasih kami waktu, masih negosiasi," ungkap Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×