kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Maskapai genjot bisnis non tiket


Kamis, 10 Maret 2016 / 14:06 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Musim sepi penumpang atau low season seperti saat ini membuat maskapai penerbangan harus lebih pintar mencari celah bisnis. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pendapatan lain di luar penjualan tiket.

Bisnis ini biasa disebut ancillary income. "Kondisi low season memang tidak bisa kami apa-apakan. Meski penumpang meningkat, tapi tarif tiket penumpang tidak bisa kami pertahankan," ungkap Hans Nugroho, Direktur Komersial PT Citilink Indonesia kepada KONTAN, Rabu (9/3).

Karena itu, anak usaha Garuda Indonesia mengoptimalkan bisnis non tiket. Setelah mengoperasikan bisnis sewa mobil dan bus jemputan penumpang bulan lalu, Citilink tengah mengembangkan bisnis non tiket yang lain.

Sayang, Hans masih belum bersedia membeberkan bidang bisnis yang bakal digeluti maskapai ini. Yang jelas, upaya Citilink diharapkan bisa memperbesar kontribusi pendapatan non tiket penumpang dari sebelumnya 4%-5% menjadi 7%-8% sampai akhir tahun ini.

Biasanya, mayoritas sumbangan bisnis non tiket penumpang ini berasal dari kargo atau angkutan barang. Lantas diikuti dari penerbangan carteran serta iklan.

Selama ini pendapatan iklan Citilink berasal dari pemasangan iklan yang ada di dalam maupun luar pesawat, maupun di majalah internal. "Selain itu kami juga ada pendapatan dari bisnis hotel tapi itu masih kecil," tandasnya tanpa merinci lebih lanjut.

Bisa pilih kursi

Sementara Sriwijaya Air tengah menyiapkan sistem mengembangkan pendapatan di luar penumpang. Agus Soedjono, Senior Manager Public Relation Sriwijaya Air menyebut langkah tersebut harus ditempuh supaya bisa memenuhi permintaan penumpang. "Misalnya penumpang ingin di atas pesawat ada makanan tertentu, nanti kami bisa memberikan opsi pemesanan," terang dia.

Meski tergolong maskapai medium service, menurut Agus, pihaknya bisa lebih mengoptimalkan pendapatan di luar tiket pesawat. Misalnya lewat penjualan produk di atas pesawat.

Biasanya, penumpang pesawat kelas medium service seperi Sriwijaya Air dan full service kerap membeli produk di dalam pesawat. "Mudah-mudahan layanan ini bisa diluncurkan tahun ini," harap Agus yang belum bersedia merinci target bisnis dari layanan baru tersebut.

Sementara Indonesia Air Asia sudah bisa mencatatkan pendapatan non tiket yang lumayan.  Menurut Audrey Progastama Petriny, Head of Corporate Secretary and Public Relation Indonesia Air Asia, pendapatan dari bisnis non tiket bisa memberi kontribusi bisnis sebanyak 19% dari total pendapatan maskapai ini.

Beberapa jenis layanan ini Indonesia Air Asia itu adalah penjualan bagasi, makanan minuman, hingga layanan memilih kursi.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×