Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Martina Berto Tbk (MBTO) melihat bisnis makloon kosmetik masih memiliki peluang pertumbuhan di tengah perkembangan industri kecantikan dan perawatan diri. Bisnis jasa produksi tersebut berkontribusi sekitar 40% terhadap kinerja perseroan.
Direktur Utama Martina Berto, Bryan David Emil mengatakan, perkembangan bisnis makloon saat ini berjalan baik, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun profitabilitas. Kinerja tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang efektif dan efisien.
“Bisnis sangat baik perkembangannya, baik top line atau pertumbuhan nilai pendapatan maupun bottom line di profitabilitas. Kontribusinya kurang lebih plus minus 40% ke MBTO,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (11/10/2026).
Bryan mengatakan, perseroan optimistis terhadap prospek bisnis ke depan, baik dari lini makloon maupun bisnis merek sendiri, termasuk Martha Tilaar yang dipasarkan melalui kanal luring dan daring.
Untuk 2026, MBTO menargetkan pertumbuhan nilai penjualan bersih atau net sales sebesar 24% dibandingkan 2025. Target tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi dan industri kecantikan.
Baca Juga: Bisnis Makloon Kosmetik Tumbuh Saat Merek Lokal Marak, VICI Fokus Kembangkan Produk
Menurut Bryan, peluang bisnis makloon masih terbuka. Untuk mendukung pengembangan bisnis tersebut, perseroan menyiapkan infrastruktur yang mencakup mesin produksi, teknologi informasi, riset dan pengembangan (R&D), serta sumber daya manusia.
Di sisi lain, MBTO tetap mencermati tantangan eksternal, terutama gejolak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut menjadi perhatian perseroan dalam menjaga biaya produksi.
Bryan mengatakan, MBTO berupaya menjaga biaya produksi melalui pencarian alternatif pemasok dan negosiasi dengan pemasok yang ada. Langkah tersebut dilakukan agar biaya produksi tetap terkendali.
Baca Juga: Industri Kosmetik Nasional Kian Semerbak, Pasar Capai US$ 10 Miliar
Perseroan juga terus memantau kebutuhan konsumen dan mengelola risiko bisnis di tengah penurunan daya beli masyarakat secara umum. Meski demikian, Bryan menilai prospek pertumbuhan industri kecantikan dan perawatan diri masih menjanjikan.
Untuk menjaga kinerja, MBTO melanjutkan efisiensi pada biaya pemasaran dan penjualan, biaya umum, serta biaya produksi. Upaya tersebut dilakukan sembari menjaga pencapaian penjualan agar tetap sesuai target hingga akhir 2026.
Selain bisnis makloon melalui Cedefindo, kinerja MBTO juga ditopang oleh merek-merek yang dikelola perseroan serta Martha Tilaar Shop melalui kanal luring, daring, dan lokapasar.
Baca Juga: Industri Kosmetik Masih Menjanjikan, MBTO Waspadai Daya Beli dan Biaya Bahan Baku
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














