Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten ritel fesyen, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menyatakan ada kenaikan penjualan di kanal e-commerce, walau tidak signifikan.
Direktur Utama ZONE, FX Afat Adinata menjabarkan pada September ini, tren kenaikan masih berjalan flat di kisaran 50%.
"Penjualan ZONE di e-commerce ada kenaikan selama pandemi, namun tidak signifikan. Perkiraan saya, penjualan yang meningkat di online adalah pakaian sport, pakaian rumah atau pakaian tidur serta kaos. Sementara produk-produk ZONE didominasi kemeja," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (22/9).
Sebagai informasi, Markplus, lembaga riset marketing mengungkapkan selama masa pandemi COVID-19, produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen selama kuartal III 2020 adalah produk pakaian atau fesyen.
Dilihat dari data persentase penjualan dalam berbagai kategori yang paling sering dibeli oleh konsumen di e-commerce untuk produk fesyen atau pakaian di Shopee sebesar 59%, Tokopedia 33%, Bukalapak 26%, Lazada 40%, JD.ID 31%, dan Blibli 28%.
Baca Juga: Terhantam Corona, Mega Perintis (ZONE) Sempat Tutup 50% Gerai
Lebih lanjut, Afat mengatakan walau tren penjualan fesyen meningkat di kanal e-commerce, selama kasus COVID-19 belum benar-benar teratasi maka pembatasan di berbagai sektor masih berlaku. Sehingga hal ini akan meneruskan tren flat di kisaran 50% dari sisi penjualan.
Ditambah lagi, daya beli masyarakat dinilai belum pulih akibat banyak yang kehilangan pekerjaan.
"Untuk meningkatkan strategi penjualan online, kami aktif memberikan benefit kepada pelanggan berupa program ZONE Card membership. Ini berlaku di market place dan website kami, manzonestore.com dan minimal.co.id, dan transaksi ini berlaku untuk online dan offline," sambungnya.
Di tengah pandemi pada semester I 2020, ZONE telah berekspansi membangun 18 gerai dari target menambah 20 gerai tahun ini.
Pihaknya masih akan melihat kondisi dan pergerakan ekonomi pada semester II untuk melanjutkan ekspansi, dengan demikian masih akan ada gerai baru yang ditunda pembangunannya karena menunggu perkembangan di kuartal IV 2020.
Selanjutnya: Pengunjung Masih Sepi, Pebisnis Ritel Mulai Keteteran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













