kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.880   55,00   0,31%
  • IDX 6.478   75,95   1,19%
  • KOMPAS100 836   7,11   0,86%
  • LQ45 637   4,24   0,67%
  • ISSI 228   5,17   2,33%
  • IDX30 356   2,24   0,63%
  • IDXHIDIV20 433   2,80   0,65%
  • IDX80 96   0,74   0,78%
  • IDXV30 120   1,49   1,26%
  • IDXQ30 113   0,78   0,70%

Menanti eksplorasi oleh pemerintah, lelang WKP panas bumi baru dimulai pada 2023


Jumat, 15 Januari 2021 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Pipa panas bumi


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan proses lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru dimulai pada 2023 mendatang.

Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengungkapkan pemunduran jadwal ini dikarenakan pemerintah akan melakukan eksplorasi terlebih dahulu.

"Karena (pemerintah) sudah punya program eksplorasi panas bumi, akan dilakukan oleh Badan Geologi jadi di 2023 baru lelang setelah pengeboran," kata Ida dalam gelaran Konferensi Pers, Kamis (14/1).

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengungkapkan, kegiatan eksplorasi oleh Badan Geologi bakal menggunakan anggaran APBN sekitar Rp 420 miliar untuk tiga lokasi.

Baca Juga: Investasi sektor EBTKE sepanjang tahun 2020 mencapai US$ 1,36 miliar

"Sekarang dalam proses pastikan titik, dan harus bangun jalan. Lokasinya di Cisolok, Sukabumi kemudian Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bittuang, Sulawesi Selatan," ungkap Dadan dalam kesempatan yang sama.

Dadan menambahkan, eksplorasi oleh Badan Geologi ditargetkan rampung pada tahun ini. Kendati menargetkan lelang WKP pada tahun 2023 namun jika hasil eksplorasi rampung tepat waktu maka KESDM mengharapkan proses lelang WKP hasil eksplorasi dapat dilakukan di 2022 nanti.

Pada saat bersamaan, Dadan mengharapkan di tahun depan proses eksplorasi oleh pemerintah dapat kembali dilakukan.

"Mungkin tahun depan bisa tiga atau empat tergantung hasil tahun ini dan dana pemerintah," pungkas Dadan.

Selanjutnya: Sepanjang 2020, neraca perdagangan mencatat surplus US$ 21,74 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×