kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.618   65,00   0,37%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mendag buka opsi impor beras


Senin, 10 Agustus 2015 / 13:01 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Kemarau panjang atau El Nino berpotensi menimbulkan gagal panen di sejumlah lahan pertanian. KOndisi ini bisa berdampak terhadap pasokan pangan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengatakan, bila pasokan pangan tidak mencukupi, pihaknya siap membuka keran impor. Namun, Rachmat optimistis pasokan pangan tetap terjaga. 

Menurut Rachmat, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan pangan di pasaran dengan harga wajar. Selain itu, kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dilakukan untuk mendatangkan hujan buatan di lahan-lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

"Kami akan antisipasi, kalau terjadi yang terjelek, pemerintah akan lakukan impor beras ataupun apa saja untuk atasi kekeringan," ujar Rachmat di Gedung Kementerian Pertanian (Kemtan), Senin (10/8).

Saat ini, kata Rachmat, pemerintah masih terus melakukan komunikasi dan memantau pergerakan harga pangan di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×