kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Mengharapkan Batubara Murah


Kamis, 13 November 2008 / 08:45 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati

JAKARTA. PT PLN (Persero) berharap bisa mendapat harga murah dan wajar dari fasilitasi yang dilakukan pemerintah dengan mempertemukan pihaknya dengan PKP2B.

"Karena ada kesan tanpa dorongan pemerintah mereka minta lebih dari harga yang wajar," ujar Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, Rabu (12/11).
 
Harga yang disebut wajar oleh Fahmi berada pada angka US$ 70 sampai US$ 80 per ton untuk batubara berkalori 5.200 kcal. Harga tersebut menurutnya merupakan harga pembelian yang biasanya dibayarkan PLN selama ini.
 
"Sekarang ada kecenderungan mereka minta harga lebih dari yang wajar. Harga mereka minta lebih tinggi dari HPS Barllow Jonker dan Indonesian Coal Index. Bagaimana kita mau mempertanggungjawabkannya," tandasnya.
 
Ketidakwajaran harga penawaran yang diajukan PKP2B menurut Fahmi bisa di cek silang dengan catatan harga ekspor terendah masing-masing perusahaan. Sayang menurutnya, akses ke berapa harga ekspor terendah itu tidak bisa di dapatnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×