kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.924   89,00   0,50%
  • IDX 6.297   -78,11   -1,23%
  • KOMPAS100 820   -12,86   -1,54%
  • LQ45 624   -8,74   -1,38%
  • ISSI 218   -2,92   -1,32%
  • IDX30 346   -4,39   -1,25%
  • IDXHIDIV20 430   -4,12   -0,95%
  • IDX80 94   -1,39   -1,46%
  • IDXV30 118   -1,31   -1,10%
  • IDXQ30 111   -1,32   -1,18%

Menilik Manisnya Bisnis PLTS dan PLTBg Milik Pertamina NRE di KEK Sei Mangkei


Kamis, 24 September 2026 / 12:39 WIB
Menilik Manisnya Bisnis PLTS dan PLTBg Milik Pertamina NRE di KEK Sei Mangkei
ILUSTRASI. Menilik Manisnya Bisnis PLTS dan PLTBg di KEK Sei Mangkei (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - SIMALUNGUN. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmen pasokan energi bersih di kawasan industri melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara. 

Area Manajer Operasi Regional Sumatera Pertamina NRE, Rein Nasution menyampaikan bahwa operasional PLTBg Sei Mangkei telah berjalan secara komersial sejak empat tahun lalu. Fasilitas pembangkit energi terbarukan ini dirancang dengan kapasitas terpasang sebesar 2,4 Megawatt (MW).

"PLTBG Sei Mangkei ini mulai beroperasi tanggal 14 Januari 2020, dengan kapasitas mesin 2x1,2 MW atau 1.200 KW, artinya 2,4 MW untuk PLTBG-nya," ujarnya saat ditemui di PLTBg Sei Mangkei, Simalungun, Sumatra Utara, Rabu (23/9/2026).

Dalam pengoperasiannya, Rein menyebutkan, PLTBg tersebut memanfaatkan pasokan limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) dari PT Perkebunan Nusantara III.

"Di sini kita mengkonsumsi limbah cair sebagai bahan baku utamanya. Karena kita menggunakan bahan baku limbah cair maka ini salah satu adalah energi terbarukan di mana limbahnya sebelumnya tidak digunakan sama sekali, kita kelola menjadi bernilai komersial," tuturnya.

Baca Juga: PLTS 100 GWp Dikebut, Pertamina NRE Soroti Tantangan Lahan dan Baterai

Rein memerinci, volume pasokan bahan baku cair yang diserap pembangkit mencapai sekitar 790 m3 per hari dari pabrik kelapa sawit PTPN III. Dari penyerapan tersebut, total akumulasi produksi listrik PLTBg dari tahun 2020 hingga Mei 2026 menembus hampir 50.000 MW atau 50 juta KWH.

Selain biogas, Pertamina NRE juga turut memproduksi energi bersih lewat fasilitas PLTS berkapasitas 2 MWp yang beroperasi sejak 23 Agustus 2021. Hingga Mei 2026, produksi listrik PLTS atap kawasan ini sudah menyentuh hampir 20.000 MW.

Guna memperbesar porsi pasokan energi bersih di kawasan tersebut, Pertamina NRE tengah megalakan ekspansi bisnis pembangunan proyek. Saat ini sedang berlangsung konstruksi PLTS tahap dua di kawasan tersebut sehingga bila diakumulasi PLTS Sei Mangkei bakal memiliki kapasitas 5MWp.

"Kita PLTS ini ada 2, pertama tahap satu 2 MW peak, sekarang lagi proses konstruksi (PLTS tahap dua) 3 MW peak. Ini yang akan beroperasi kurang lebih di awal Oktober tahun ini," kata Rein.

Kantongi Untung

Rein menjelaskan bahwa gabungan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mampu memasok daya bersih sebesar 7,4 Megawatt (MW) untuk kebutuhan KEK Sei Mangkei.

Baca Juga: Listrik di Pulau Sembur Laut Minim, KDMP & Pertamina NRE Bangun PLTS 400 kWp

Kapasitas daya tersebut dimanfaatkan untuk menyokong aktivitas industri yang terus berkembang pesat. Rein mencatat, total kebutuhan listrik KEK Sei Mangkei secara keseluruhan saat ini berada di kisaran 74 MW seiring bertambahnya pabrik yang beroperasi.

"Kurang lebih sekitar 74 MW. Tapi memang dia fluktuatif setiap hari mengalami perubahan, karena cukup banyak pabrik yang sudah mulai komisioning atau mulai beroperasi," jelasnya.

Dari sisi model bisnis, lanjut Rein, skema kerja sama pengoperasian fasilitas EBT ini menggunakan struktur Build, Operate, and Transfer (BOT). Di mana, Pertamina NRE mengelola aset dan mengolah pasokan limbah dari PTPN selama jangka waktu kontrak 10 tahun.

"Untuk listrik kita ada kesepakatan harga jual listrik, ini sesuai dengan regulasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Yang ditetapkan dari SK Gubernur Sumatera Utara terkait Dewan Kawasan itu sekitar Rp 1.237 per KWH listriknya," terangnya.

Melalui struktur tarif tersebut, Rein menyebutkan, operasional PLTBg Sei Mangkei mencatatkan potensi pendapatan sekitar Rp 1,3 miliar per bulan. Sementara itu, unit PLTS Tahap I menyumbang pendapatan sekitar Rp 300 juta.

Lebih lanjut, dengan adanya proyek PLTS Tahap II  yang ditargetkan bakal Commercial Operation Date (COD) pada Oktober 2026 mendatang, diproyeksikan keuntungan dari PLTS bisa melonjak hingga Rp 600 juta per bulan setelah beroperasi penuh.

Baca Juga: Punya 250 Ha Lahan Bekas Tambang, PTBA Gandeng Pertamina NRE Kembangkan PLTS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×