kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Menteri ESDM bertemu Saudi Aramco dan tiga perusahaan Jepang di G20


Senin, 17 Juni 2019 / 16:09 WIB


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam konferensi tingkat tinggi G20 di Jepang bukan saja bertemu dengan Inpex Corporation, tetapi juga bertemu dengan Saudi Aramco dan beberapa perusahaan minyak dan gas (migas) Jepang.

Fahmy Radhi Pengamat Energi dari UGM yang ikut rombongan Menteri ESDM menceritakan, di sela pertemuan G20, dilakukan pembicaraan serius degan Saudi Aramco untuk menyelesaikan kesepakatan pembangunan Kilang Cilacap.

"Ada tim lengkap Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto," ungkap dia, Senin (17/6).

Dia menerangkan bahwa hasil dari pertemuan itu disepakati kedua pihak untuk melibatkan International consultant dalam rangka melakukan valuation terhadap asset Pertamina dan nilai crude Saudi. "Diharapkan setelah ada valuation, proyek kilang minyak Cilacap dapat dibangun," kata dia.

Selain itu, kata dia, Jonan juga bertemu dengan pimpinan Tokyo Gas, Marubeni, dan Mitsubishi. "Bahas kemungkinan kerja sama. Bisa dengan Pertamina dan PLN, serta SKK Migas," imbuh dia.

Kesepakatan memakai Biofeuls

Dia mengatakan, selain kesepakatan Masela yang sudah diteken HOA-nya, delegasi Indonesia dalam G20 Meeting berhasil memasukan biofuels sebagai salah satu renewable energy for transportation.

"Awalnya, negara-negara Uni Eropa menentang penggunaan biofuels, tetapi akhirnya penggunaan biofuels disetujui dengan biofuels, Indonesia dapat mengembangkan B100 dengan menggunakan sawit," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×