kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Menteri ESDM tak pernah koordinasi soal Freeport?


Jumat, 19 Februari 2016 / 13:59 WIB
Menteri ESDM tak pernah koordinasi soal Freeport?


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Sudah hampir setengah tahun Rizal Ramli menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya.

Namun, selama itu, Rizal mengaku tidak pernah bisa berkoordinasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dalam mengambil kebijakan terutama isu Freeport.

"Tidak ada koordinasi Menteri ESDM kan dari dulu enggak pernah koordinasi sama saya," ujar Rizal di kantor BPPT Gedung II, Jakarta, Kamis (18/2/2016).
Rizal pun mengaku heran dengan sikap Sudirman. Pasalnya selama bekerja, seharusnya Sudirman melaporkan kepadanya sebagai lembaga yang membawahi Kementerian ESDM.

"Dia (Sudirman) koordinasi sama siapa juga enggak jelas," ungkap Rizal.

Rizal pun menyayangkan banyak sikap Kementerian ESDM yang lemah terhadap Freeport. Hal itu memudahkan Freeport untuk tetap beroperasi dan mengekspor bahan mineral tanpa ada nilai tambah untuk negara.

"Pada dasarnya, kok, begitu mudah dipojokkan oleh Freeport," ungkap Rizal.

Sebelumnya, diketahui PT Freeport Indonesia sampai saat ini juga belum menyelesaikan pabrik pengolahan dan pemurnian bahan mineral. Kementerian ESDM pun telah meminta uang jaminan tambahan sebagai komitmen membangun smelter yang berada di wilayah PT Petrokimia Gresik. (Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×