kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Meski harga kapas turun, industri tekstil masih terganggu


Selasa, 08 Maret 2011 / 17:57 WIB
Meski harga kapas turun, industri tekstil masih terganggu
ILUSTRASI. Pemerintah berencana meniadakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Setelah selama tujuh hari menguat, hari ini harga kapas turun. Data Bloomberg, Selasa (8/3), menunjukkan harga kapas berada di harga US$ 2,0714 per pon. Sebelumnya, harga kapas sempat menyentuh US$ 2,197 per pon.

Kenaikan harga kapas tak menentu karena meningkatnya kebutuhan kapas dunia, padahal pasokan terus berkurang.

Sayangnya, walaupun harga kapas mengalami penurunan, tapi hal ini tak berpengaruh besar terhadap industri pertekstilan. "Tidak ada pengaruh signifikan, karena secara psikologis mata rantai perindustrian kita masih terganggu," kata Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

Reli harga kapas dunia memang tidak menentu sehingga masih ada kemungkinan kenaikkan harga. Menurut Ade, turunnya harga kapas juga tidak signifikan. Selain itu, Indonesia tetap mengimpor 99% kapas.

"Jadi, meski harga kapas turun, harga jual tidak bisa serta-merta diterima oleh mata rantai berikutnya sampai ke tingkat pengecer, karena mereka juga tidak bisa menerima harga baru. Tetap saja kita dikenakan harga tinggi," kata Ade.

Sekadar mengingatkan tahun 2011, API menargetkan impor kapas mencapai di atas US$ 2 miliar, dibandingkan dengan 2010 sejumlah US$ 1,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×