Reporter: Rashif Usman | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay), selaku anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) mencatat segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kontributor merchant terbesar, dengan volume transaksi mencapai sekitar 1,2 juta transaksi per bulan.
CEO iFortepay Valerino Wijaya mengatakan pada fase awal implementasi produk, iFortepay menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima kali lipat pada tahun 2026, seiring meningkatnya adopsi merchant dan preferensi terhadap pembayaran digital.
Valerino bilang iFortepay menghadirkan sistem single point of contact yang mengintegrasikan lebih dari 20 metode pembayaran termasuk kartu kredit, direct debit, virtual account, e-wallet, dan QRIS. Pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai platform seperti OVO, DANA, LinkAja, serta seluruh aplikasi mobile banking di Indonesia.
Baca Juga: Lirik Alat Berat China di Tambang, Putra Perkasa Abadi Klaim Hemat Solar Hingga 30%
Selain melayani UMKM dan bisnis lokal, entitas usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) ini juga berkontribusi sebagai penyedia infrastruktur pembayaran pendukung bagi sejumlah perusahaan, termasuk XLSMART, Blibli, BCA Finance, tiket.com, dan BIMC Hospital, sebagai bagian dari ekosistem pembayaran digital terintegrasi.
Dengan infrastruktur dan jaringan Protelindo dan Djarum yang tersebar luas, perusahaan berharap bisa menjangkau lebih banyak UMKM, termasuk di daerah yang belum terlayani optimal
"Bersama regulator, pelaku industri lain, dan komunitas UMKM, kami optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin inklusif dan memberdayakan pelaku usaha di seluruh level," kata Valerino dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).
Disamping itu, iFortepay berperan aktif dalam mendukung UMKM melalui layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka rekening baru. Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di kalangan UMKM.
Namun, di tengah upaya pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan digital, banyak UMKM masih terkendala proses pendaftaran yang rumit dan persyaratan administratif yang ketat. Kondisi ini menghambat pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai metode pembayaran nontunai yang kini menjadi preferensi konsumen.
“Kami melihat masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan akses karena hambatan administratif. iFortepay hadir sebagai solusi yang mempermudah proses tersebut agar dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan," jelas Valerino.
Sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang UMKM, iFortepay menyederhanakan proses pembuatan QRIS dengan hanya memerlukan KTP, foto selfie dengan KTP, dan informasi dasar usaha.
Baca Juga: Daewoong Group Ekspansi BWork Bali, Garap Pasar Digital Nomad di Uluwatu
Melalui platform iFortepay, pelaku usaha akan mengelola transaksi secara real-time dengan pilihan QRIS statis maupun dinamis, didukung struktur biaya yang kompetitif serta berbagai metode pembayaran on the spot. Seluruh transaksi mulai dari status dibuat, masuk, hingga pending dapat dipantau langsung melalui aplikasi, sekaligus dilengkapi fitur pengunduhan laporan keuangan.
“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa terbebani proses teknis yang kompleks,” tutupnya.
Selanjutnya: Indonesia Distributes $648 Million in Subsidies for Palm Oil Replanting Programme
Menarik Dibaca: Perluas Akses Investasi, Maybank AM Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













