kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Meski Penjualan Meningkat, Matahari Putra (MPPA) Masih Bukukan Kerugian pada 2022


Minggu, 05 Maret 2023 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berbelanja kebutuhan di salah satu pusat belanja di Jakarta, Jumat (30/10/2020). Meski Penjualan Meningkat, Matahari Putra (MPPA) Masih Bukukan Kerugian pada 2022.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), perusahaan ritel, telah merilis laporan keuangan tahun buku 2022 pada Minggu (5/3). Meskipun penjualannya mengalami kenaikan, perusahaan ini masih mengalami kerugian bersih pada tahun 2022.

Menurut laporan keuangan perusahaan, kerugian periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau kerugian MPPA meningkat hingga 27,28% menjadi Rp 429,63 miliar selama tahun lalu.

Meskipun begitu, penjualan bersih MPPA berhasil tumbuh sebesar 5,44% secara tahunan, dari sebelumnya Rp 6,65 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 7,01 triliun pada tahun 2022.

Baca Juga: Tetap Agendakan Ekspansi Gerai, Intip Rekomendasi Saham MPPA Berikut Ini

Penjualan bersih Matahari Putra Prima masih didominasi oleh penjualan langsung sebesar Rp 6,93 triliun, dengan kontribusi penjualan konsinyasi sebesar Rp 479,96 miliar setelah dipotong biaya konsinyasi sebesar Rp 396,94 miliar.

Peningkatan penjualan juga berkontribusi pada kenaikan beban pokok penjualan MPPA selama periode Januari-Desember 2022.

Beban pokok penjualan MPPA tercatat sebesar Rp 5,73 triliun, atau lebih tinggi 5,07% dibandingkan realisasi beban pokok penjualan selama 2021 senilai Rp 5,45 triliun.

Baca Juga: Distribusikan Beras, Prospek Saham Matahari (MPPA) Semakin Bernas

MPPA juga masih menanggung pembengkakan pada beberapa pos beban, seperti beban penjualan yang meningkat tajam sebesar 52,96% menjadi Rp 317,22 miliar sepanjang tahun 2022.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga mengalami kenaikan sebesar 7,87%, dari sebelumnya Rp 1,11 triliun menjadi Rp 1,20 triliun hingga akhir tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×