kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Metropolitan Kentjana akan bangun mixed use baru


Jumat, 02 Oktober 2015 / 21:33 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Rupanya PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) masih betah berbisnis properti di wilayah Jakarta.

Pasalnya, kebutuhan properti untuk tempat tinggal dan hiburan di Ibu Kota masih besar ketimbang kota lain sehingga perusahaan akan melanjutkan pengembangan properti di Jakarta.

“Kami tengah mengkaji rencana pembangunan mixed use dengan luas lahan sekitar 10 hektar (ha) kawasan di Jakarta,” kata Jeffry S. Tanudjaja, Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana, kepada KONTAN, Jumat (2/10).

Rencananya, mixed use ini akan terdiri dari bangunan mall, apartemen, hotel dan ruko.

Sayangnya, Metropolitan Kentjana belum dapat menyampaikan nilai investasi dan lokasi pembangunan mixed use ini karena masih proses kajian.

Namun, jika pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serika (AS) sudah stabil maka perusahaan akan segera memproses pembangunan mixed use ini.

Sambil berjalan, perusahaan berkode saham MKPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melanjutkan pembangunan hotel sebagai pendamping Pondok Indah Mall 2. Perusahaan menginvestasikan dana Rp 2,5 triliun untuk pembangunan hotel dengan operator Intercontinental.

“Hotel ini akan operasional pada tahun 2017,” tambahnya.

Selain hotel, perusahaan melanjutkan pembangunan apartemen di kawasan Pondok Indah. Apartemen ini terdiri dari tiga tower dengan investasi senilai Rp 3,5 triliun.

Tower satu dan dua sudah terjual 90%, sedangkan tower tiga sudah terjual 60%.

Apartemen ini akan operasional pada Juni tahun 2017 untuk tower satu dan dua, sedangkan tahun 2018 untuk tower tiga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×