kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.878   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.844   -51,66   -0,88%
  • KOMPAS100 758   -6,91   -0,90%
  • LQ45 578   -5,80   -0,99%
  • ISSI 202   -0,66   -0,33%
  • IDX30 328   -3,56   -1,08%
  • IDXHIDIV20 403   -4,41   -1,08%
  • IDX80 86   -0,77   -0,89%
  • IDXV30 109   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 106   -1,18   -1,10%

Migrasi konsumsi elpiji ke 3 Kg diklaim hanya 2%


Senin, 15 September 2014 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Alejandro Borgia, Director, Ads Safety & Safety Google


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga Elpiji non subsidi 12 kilogram, diakui PT Pertamina (Persero), menimbulkan migrasi ke gas bersubsidi tabung 3 kilogram.

Meskipun demikian, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan hal tersebut tidak akan menjebol kuota gas 3 kilogram.

"Kami laporkan bahwa kenaikan Elpiji diumumkan minggu lalu. Kami sudah lakukan antisipasi. Diperkirakan kalau migrasi jumlahnya 2%," lapor Hanung dalam rapat kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9).

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, kuota subsidi gas tabung 3 kilogram dipatok sebesar 5.013 juta metrik ton. Hanung, menyatakan, Pertamina menjamin kuota tersebut tidak akan terlampaui. "Tidak lampaui kuota yang disediakan 2014, 5,013 juta," tegas dia.

Dia menjelaskan, Pertamina dengan Sistem Monitoring Elpiji 3 Kilogram (SIMOL3K) melakukan kegiatan antisipasi agar subsidi 3 kilogram tidak melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2014. "Pakai aplikasi komputer SIMOL3K penjualan Elpiji terpantau dari agen ke pangkalan," ucap Hanung. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×