kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Migrasi konsumsi elpiji ke 3 Kg diklaim hanya 2%


Senin, 15 September 2014 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Alejandro Borgia, Director, Ads Safety & Safety Google


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga Elpiji non subsidi 12 kilogram, diakui PT Pertamina (Persero), menimbulkan migrasi ke gas bersubsidi tabung 3 kilogram.

Meskipun demikian, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan hal tersebut tidak akan menjebol kuota gas 3 kilogram.

"Kami laporkan bahwa kenaikan Elpiji diumumkan minggu lalu. Kami sudah lakukan antisipasi. Diperkirakan kalau migrasi jumlahnya 2%," lapor Hanung dalam rapat kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9).

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, kuota subsidi gas tabung 3 kilogram dipatok sebesar 5.013 juta metrik ton. Hanung, menyatakan, Pertamina menjamin kuota tersebut tidak akan terlampaui. "Tidak lampaui kuota yang disediakan 2014, 5,013 juta," tegas dia.

Dia menjelaskan, Pertamina dengan Sistem Monitoring Elpiji 3 Kilogram (SIMOL3K) melakukan kegiatan antisipasi agar subsidi 3 kilogram tidak melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2014. "Pakai aplikasi komputer SIMOL3K penjualan Elpiji terpantau dari agen ke pangkalan," ucap Hanung. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×