kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Migrasi konsumsi elpiji ke 3 Kg diklaim hanya 2%


Senin, 15 September 2014 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Alejandro Borgia, Director, Ads Safety & Safety Google


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kenaikan harga Elpiji non subsidi 12 kilogram, diakui PT Pertamina (Persero), menimbulkan migrasi ke gas bersubsidi tabung 3 kilogram.

Meskipun demikian, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan hal tersebut tidak akan menjebol kuota gas 3 kilogram.

"Kami laporkan bahwa kenaikan Elpiji diumumkan minggu lalu. Kami sudah lakukan antisipasi. Diperkirakan kalau migrasi jumlahnya 2%," lapor Hanung dalam rapat kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9).

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2014, kuota subsidi gas tabung 3 kilogram dipatok sebesar 5.013 juta metrik ton. Hanung, menyatakan, Pertamina menjamin kuota tersebut tidak akan terlampaui. "Tidak lampaui kuota yang disediakan 2014, 5,013 juta," tegas dia.

Dia menjelaskan, Pertamina dengan Sistem Monitoring Elpiji 3 Kilogram (SIMOL3K) melakukan kegiatan antisipasi agar subsidi 3 kilogram tidak melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2014. "Pakai aplikasi komputer SIMOL3K penjualan Elpiji terpantau dari agen ke pangkalan," ucap Hanung. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×