kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Modernland Cikande tangani inquiry 70 ha


Senin, 24 Juli 2017 / 18:31 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Modernland Cikande melihat prospek penjualan lahan industri Modernland Cikande Industrial Estate (MCIE) masih cukup bagus tahun ini. Pasalnya, perusahaan ini tengah banyak menangani inquiry atau pernyataan minat pembelian lahan saat ini. 

Pascall Wilson, Direktur Modernland Cikande mengatakan, inquiry yang ditangani perusahaan saat ini sudah mencapai lebih dari 70 hektare (ha). Selain itu, optimisme tersebut juga didukung dengan performa penjualan lahan Modernland Cikande selama paruh pertama 2017 juga tercatat bagus. 

Oleh karena itu, anak usaha PT Modernland Realty Tbk (MDLN) ini optimistis bisa mencapai target penjualan yang ditetapkan tahun ini sebesar 65 hektare (ha). "Dengan banyaknya demand yang sedang kami tangani di angka lebih dari 70 ha maka kami optimistis target dapat tercapai tahun ini," kata Pascal pada KONTAN, Senin (24/7). 

Sepanjang paruh pertama, Moderland Cikande telah mencatat marketing sales atau pra penjualan sebanyak 18,3 ha. Ini jauh meningkat dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni sekitar 12,5 ha. 

Saat ini harga lahan di MCIE berada di kisaran Rp 2 juta per meter persegi (m2). Harga ini masih berpotensi naik seiring dengan beroperasinya simpang susun Cikande atau interchange pada Agustus 2017.  Ini merupakan akses menuju tol Tangerang-Merak. 

Namun, Pascall belum menyebutkan berapa potensi kenaikan lahan di MCIE dengan beroperasinya simpang susun tersebut. "Masalah penyesuaian harga masih didiskusikan di internal perusahaan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×