kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Naiknya harga bungkil kedelai mendorong harga pakan ternak


Kamis, 19 April 2018 / 22:18 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Pakan Ternak


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bungkil kedelai menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, harga bungkil kedelai di Indonesia sempat menyentuh harga Rp 7.600 per kg, sementara pada Februari masih sekitar Rp 5.200 per kg.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo membeberkan, naiknya harga bungkil kedelai ini bisa turut mendorong harga pakan ternak.

"Naiknya harga bungkil kedelai berpengaruh ke pakan ternak karena pemakaiannya sekitar 25%," ujar Desianto kepada Kontan.co.id, Kamis (19/4).

Meskipun harga bungkil kedelai di pasar lokal sudah meningkat, akan tetapi harga pakan ternak tak serta merta langsung meningkat. Desianto mengatakan, kenaikan harga pakan tergantung strategi pabrik dan tergantung pada stok bungkil kedelai yang dimiliki oleh pakan ternak.

Karena jagung dan kedelai merupakan bahan utama dalam pakan ternak, Desianto pun menjelaskan harga pakan ternak akan turut terdorong naik apabila harga bungkil kedelai terus meningkat dan pasokan pabrik terus menipis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×