kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Nusantara Pelabuhan Handal Bukukan Laba Bersih Rp 12,24 Miliar pada Semester I-2022


Kamis, 18 Agustus 2022 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Nusantara Pelabuhan Handal Bukukan Laba Bersih Rp 12,24 Miliar pada Semester I-2022


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), emiten yang berfokus pada bisnis operator terminal peti kemas serta pengadaan dan pemeliharaan alat-alat pelabuhan membukukan laba komprehensif Rp 12,24 miliar di sepanjang semester I-2022. Raihan itu berbalik dari menderita rugi komprehensif sebesar Rp 10,77 miliar pada periode yang sama tahun 2021. 

Di sisi pendapatan, Perseroan juga berhasil meraih pertumbuhan 5% menjadi Rp 552,40 miliar dari Rp 524,89 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pencapaian hingga semester 1 ini sungguh patut disyukuri. Namun demikian, kami tidak boleh lengah sama sekali karena tantangan ke depan masih tidak mudah mengingat konflik Rusia- Ukraina yang berkepanjangan diikuti kenaikan harga bahan bakar minyak serta inflasi tinggi yang mulai menghantui,” kata Direktur Utama PORT, Paul Krisnadi dalam keterangan resminya, Kamis (18/8). 

Baca Juga: Bayu Buada (BAYU) Bidik Pendapatan Rp 1 Triliun Sepanjang Tahun Ini

Paul menambahkan, perang Rusia- Ukraina sendiri tidak memiliki dampak langsung terhadap kegiatan bongkar muat peti kemas. Sebab volume pergerakan peti kemas internasional tumbuh 7% di enam bulan pertama dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 1,5% di lima bulan pertama. 

“Akan tetapi inflasi, harga minyak dan pergerakan kurs memiliki dampak terhadap naiknya biaya operasional perusahaan. Oleh karena itu, Perseroan berkonsentrasi pada upaya-upaya efisiensi untuk menekan biaya operasional,” jelasnya. 

 

Di samping itu, perseroan juga melihat upaya untuk menjaga kinerja supaya tetap positif hingga akhir tahun masih akan menghadapi tantangan, mengingat kenaikan inflasi yang akan menghambat laju belanja masyarakat. 

“Pada akhirnya, hal itu diperkirakan akan membuat kenaikan kegiatan ekonomi nasional pasca pandemi akan sedikit melemah di semester kedua tahun ini,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×