kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Offloading LNG skala mini Nusantara Regas ditargetkan selesai akhir tahun


Minggu, 19 Agustus 2018 / 18:02 WIB

Offloading LNG skala mini Nusantara Regas ditargetkan selesai akhir tahun
ILUSTRASI. PASOKAN PERDANA LNG BLOK MAHAKAM ke FSRU Nusantara Regas

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nusantara Regas serius dalam melakukan pengembangan bisnis melalui fasilitas offloading LNG skala mini. Dibangun di Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu yang terletak di Teluk Jakarta, pengembangan ini menjadi fokus Nusantara Regas sepanjang tahun ini.

Direktur Utama PT Nusantara Regas, Moch.Taufik Afianto mengungkapkan, setelah penandatangan kerjasama dengan KSO PT Pertagas Niaga dan PT National Energy Solution (NES) pada bulan April 2018 lalu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan baik internal maupun eksternal. Hasilnya, offloading LNG skala mini itu sudah mulai memasuki tahap pre proyek antara lain tahap engineering dan komersial.

“Ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Semua persiapan terus dilakukan, dan diharapkan pada semester pertama tahun 2019 sudah dapat dioperasikan,” ujar Taufik saat dihubungi KONTAN, pada Minggu (19/8).

Proyek Nusantara Regas ini diklaim akan menjadi fasilitas offloading LNG skala mini pertama di Indonesia, yang akan memiliki kemampuan operasi pemuatan ulang (re-loading) LNG ke mini atau small LNG carrier/barge dengan kapasitas maksimal 6.500 m3. Dari sini, Nusantara Regas menargetkan dapat memasok LNG sebesar 2,7 BBTUD pada tahun 2019 hingga 2021. Sedangkan pada tahap selanjutnya yaitu tahun 2021-2028, ditagetkan pasokan sebesar 20-30 BBTUD.

Fasilitas LNG offloading skala kecil ini diharapkan bisa memberikan peluang bagi pembangkit listrik skala kecil milik PLN maupun non PLN serta retail industri. Terutama di pulau-pulau dan daerah yang tidak terdapat sumber jaringan gas untuk beralih menggunakan gas sebagai bahan bakar yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Taufik menambahkan, pre proyek yang meliputi tahap engineering dan komersial ini ditargetkan akan selesai pada akhir kuartal tiga tahun 2018. Menurut Taufik, tahap engineering ini lebih menekankan pada design teknis terminal dan kesesuaiannya dengan kapal pelanggan. Sedangkan pada tahap komersial, PT Nusantara Regas terus melakukan pendekatan dengan calon pelanggan khususnya terkait dengan harga dan besaran kebutuhan LNG.

“Tahap pre proyek ini ditargetkan selesai pada akhir kuartal tiga agar kita dapat melanjutkan tahap proyek selanjutnya, yaitu terkait dengan kesiapan operasi dan komisioning,”imbuhnya.

Mengenai nilai investasi dan pelanggan mana saja yang akan disasar, pihak Nusantara Regas belum mau menerangkan secara detail. Namun, Sekretaris Perusahan, Heppy Wulansari, memberikan gambaran target market utamanya.

Ia menyebutkan, target market-nya ialah pembangkit listrik PLN yang tersebar di pulau-pulau yang tidak terdapat sumber dan jaringan gas. Khususnya di sekitar Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat.

“Selain itu juga, industri-industri yang belum terkoneksi dengan jaringan pipa gas. Sudah ada yang diidentifikasi dan dijajaki, namun kami belum bisa sebutkan,” jelasnya.

Sebagai informasi, sejak berdiri pada 14 April 2010 hingga Semester-I 2018, Nusantara Regas telah menyalurkan gas sebesar 451.447 BBTU. Jumlah itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas PLN untuk pasokan listrik di wilayah Jakarta dan Jawa Bagian Barat.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


×