kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Okupansi Hotel Red Planet Indonesia (PSKT) meningkat jadi 47% di masa transisi PSBB


Rabu, 01 Juli 2020 / 15:09 WIB
Okupansi Hotel Red Planet Indonesia (PSKT) meningkat jadi 47% di masa transisi PSBB
ILUSTRASI. Rata rata okupansi seluruh portofolio hotel Red Planet untuk bulan Juni sampai dengan 29 Juni 2020 adalah 47,19%.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis perhotelan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) mengaku tingkat okupansi hotel meningkat menjadi 47% setelah berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan memulai fase adaptasi kebiasaan baru.

Direktur Utama PSKT NG Suwito mengatakan, tingkat okupansi hotel naik di bulan Juni 2020 dibandingkan dengan Mei 2020. Rata rata okupansi seluruh portofolio hotel Red Planet untuk bulan Juni sampai dengan 29 Juni 2020 adalah 47,19% dibanding dengan bulan Mei 2020 sekitar 33,14%. "Jadi ada peningkatan sebesar 42% dari bulan Mei 2020 dibanding Juni 2020," ujar Suwito kepada kontan.co.id, Selasa (30/6).

Baca Juga: Terdampak corona, Red Planet (PSKT) proyeksi pendapatan susut hingga kuartal kedua

Ia menjelaskan, yang diutamakan adalah menjalankan protokol kesehatan di seluruh Hotel Red Planet mengikuti aturan dan arahan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah ditambah dengan standar yang diberikan WHO. "Strategi kami antara lain dengan strategi harga dimana kita tetap menjaga supaya tetap kompetitif dibanding hotel lain. Juga menjual open date voucher yang dapat dipakai sampai akhir tahun. Dan, kami juga menawarkan harga spesial buat long stay," papar Suwito.

Suwito menyampaikan, PSKT menawarkan diskon 30% selain itu ada direct booking di website dan apps Red Planet yang bisa di-download di playstore atau appstore dan akan langsung menerima diskon hingga 10%.

Suwito juga menyebut, dibanding dengan semester pertama 2019, okupansi semester pertama 2020 turun 27%. Dia berharap, di semester kedua 2020 akan ada kenaikan sekitar 15% dibanding dengan semester pertama 2019.

Baca Juga: Okupansi menyusut, emiten perhotelan kompak lakukan efisiensi

Dia memproyeksikan, kinerja tahun ini akan turun sebesar 40% akibat pandemi covid-19. "Di tengah pandemi seperti saat ini kami memberikan lebih banyak keringanan/lebih fleksibel dalam hal pemesanan kamar," pungkas Suwito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×