kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.997   68,00   0,40%
  • IDX 7.094   -70,56   -0,98%
  • KOMPAS100 977   -12,18   -1,23%
  • LQ45 720   -11,41   -1,56%
  • ISSI 250   -1,90   -0,76%
  • IDX30 391   -7,09   -1,78%
  • IDXHIDIV20 490   -8,96   -1,80%
  • IDX80 110   -1,40   -1,25%
  • IDXV30 134   -2,22   -1,63%
  • IDXQ30 128   -2,00   -1,54%

Operasional Kuala Namu molor ke September


Rabu, 13 Maret 2013 / 13:31 WIB
Operasional Kuala Namu molor ke September
ILUSTRASI. Perusahaan manufaktur berbahan kayu seperti furnitur, furniture, mebel, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara Kuala Namu di Sumatera Utara mengaku akan menunda waktu operasional bandara. Penundaan bandara pengganti bandara Polonia itu dilakukan karena pengerjaan bandara belum sepenuhnya tuntas.

Tri Sunoko, Direktur Utama Angkasa Pura II bilang, masalah akses ke bandara tersebut saat ini belum selesai seluruhnya. "Tadinya mau April 2013, tetapi masalah aksesibilitas harus disempurnakan jadinya September 2013 (pembukaan bandara Kuala Namu)," ujar Tri kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/3).

Menurut Tri bisa saja pihaknya memaksakan pembukaan bandara pada bulan April 2013, tetapi tidak akan sebaik jika dibuka pada September 2013. "Selain aksesibilitas, ini menyangkut sistem. Tentunya sebaiknya dilakukan uji coba dulu. Ini terkait pindah kota," ujar Tri.

Sebagai informasi, bandara Polonia berada di Medan dan bandara baru Kuala Namu ada di Deli Serdang. Keduanya berada di Sumatera Utara. Tri bilang, September 2013 seluruh aktivitas penerbangan Bandara Polonia akan berpindah ke Bandara Kuala Namu.

Sedangkan pengelolaan Bandara Polonia dikembalikan ke TNI AU. Sebelumnya, Dharmadi, Chief Executive Officer (CEO) PT AirAsia Indonesia menyatakan kesiapannya memindahkan seluruh pesawat beserta peralatannya dari Bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×