kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Operator dan OTT harus bersinergi perkuat industri


Rabu, 27 April 2016 / 17:33 WIB

Operator dan OTT harus bersinergi perkuat industri

JAKARTA. Di tengah menurunnya pendapatan layanan tradisional operator seluler, sinergi dengan Over The Top (OTT) dibutuhkan sebagai terobosan. OTT bisa jadi nilai tambah yang bisa menggeliatkan kembali industri telekomunikasi nasional.

Pendapat itu dikemukakan oleh Artha Yogaiswara, Project Director PT Huawei Tech Investment. Menurutnya, kerjasama saling menguntungkan ini bisa terjadi tanpa perlu membatasi satu pemain dengan yang lain.


"Ada peluang pasar yang bisa saling memperkuat lini bisnis masing-masing. Keduanya bisa sama-sama memberikan nilai tambah bagi konsumen. Karena masyarakat jelas akan diuntungkan dengan produk-produk yang kreatif dan inovatif," katanya.

Artha mengatakan, layanan OTT seperti Whatsapp, BlackBerry Messenger, Skype, Line, Yahoo Messenger, Gtalk, textPlus, Pinterest, bahkan Facebook, Twitter dan masih banyak lagi.

Ada kecenderungan pelanggan telekomunikasi seluler lebih mudah beralih ke layanan messaging yang disediakan OTT. Oleh karena itu, menurut Artha, operator dan OTT harus bersinergi. Bentuk sinergi misalnya operator bisa mencari pendapatan iklan dari platform yang dimiliki oleh OTT. Operator bisa memilih dan menunjuk partner OTT diseluruh dunia yang cocok dan terbaik.

Memang, menurut Artha tidak mudah menggandeng para OTT raksasa seperti Google Youtube. Namun masih banyak sekali partner OTT level menengah yang mau diajak berkolaborasi. Yang sudah dilakukan misalnya antara Telkom IndiHome lewat iflix kemudian XL dengan Tribe.

"Ini bisa terus diperkuat sehingga industri telekomunikasi bisa terus merangkak naik di tengah tantangan layanan tradisional seperti voice SMS yang semakin turun. Saya yakin hasilnya sangat positif ke depan," kata Artha memberi solusi.

Sementara itu pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala membenarkan industri telekomunikasi mulai memasuki era baru. Oleh karena itu, dibutuhkan banyak inovasi, kreativitas dan produktivitas dari para stakeholder.

"Pengawasan dari pemerintah terutama regulator di industri telekomunikasi harus  berjalan dengan baik. Para pelaku industri juga harus menjunjung tinggi tata kelola usaha dan persaingan yang sehat," katanya.

T Amershah, Ketua Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA) sependapat bahwa kerjasama semua pihak akan memperkuat sektor ini. Menurutnya berbagai nilai tambah bisa disinergikan untuk memajukan layanan. 

"Melalui perusahaan-perusahaan yang menggeluti layanan nilai tambah atau value added services (VAS) industri kreatif nasional bisa berkembang. Intinya kita bisa untuk terus memberikan sesuatu atau layanan yang terbaik lagi untuk semua pihak di industri telekomunikasi," katanya. (Sanusi)


Sumber : TribunNews.com
Editor: Hendra Gunawan
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0566 || diagnostic_web = 0.3303

Close [X]
×