kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Orang kaya dilarang beli rumah murah tuk investasi


Rabu, 27 November 2013 / 09:48 WIB
ILUSTRASI. Masakan Tumis Tahu Tauge Jamur punya nutrisi dan gizi yang tinggi untuk Anda yang mau beraktivitas seharian (dok/Green Bowl 2 Soul)


Sumber: TribunNews.co | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat, sedang menggodok pembentukan badan pengawas, untuk mencegah masyarakat menengah ke atas membeli rumah murah.

Kepala Biro Hukum dan Kepegawaian Kementerian Perumahan Rakyat Maharani menilai, masyarakat menengah ke atas membeli rumah murah hanya untuk berinvestasi.

Padahal, sasaran pemerintah membangun rumah murah, adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Rumah MBR jadi investasi, itu tidak tepat sasaran, ternyata yang beli masyarakat menengah atas," ujar Maharani, kemarin (26/11).

Dengan adanya badan pengawas, Maharani menjamin rumah untuk MBR bisa tepat sasaran. Bahkan, jika masyarakat kelas atas ketahuan membeli rumah murah, akan dikenakan sanksi tegas, karena badan pengawas akan disahkan melalui Undang-undang.

"Dalam UU pengawasan pemukiman, sudah diatur sanksi bagi pelaku pembangunan dan pemilik rumah," tegas Maharani.

Kini, Kementerian Perumahan Rakyat masih menggodok RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) untuk membentuk badan pelaksana pembangunan perumahan.

“Pembentukan badan pelaksana, karena selama ini developer seperti enggan membangun rumah MBR,” papar Maharani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×