kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pameran FLEI dan CBE 2026 Satukan Peluang Usaha dan Rantai Pasok


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 16:33 WIB
Pameran FLEI dan CBE 2026 Satukan Peluang Usaha dan Rantai Pasok
ILUSTRASI. FLEI Business Show dan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) digelar di NICE PIK 2 selama periode 9-11 Oktober 2026.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri waralaba dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas peluang usaha dan menggerakkan perdagangan dalam negeri. Untuk itu, pelaku usaha lokal didorong memperkuat standar bisnis agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pameran waralaba dapat menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra usaha.

“Kami mendorong brand lokal untuk terus memperkuat standar bisnisnya agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global, dan pameran menjadi sarana yang efektif untuk mempertemukan pemilik brand dengan calon mitra,” ujar Budi dalam keterangannya dikutip Sabtu (10/10/2026).

Kementerian Perdagangan mencatat, hingga Agustus 2026, jumlah Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk merek lokal mencapai 169, melampaui jumlah STPW brand asing yang tercatat sebanyak 163. Satu dekade sebelumnya, porsi brand asing masih sekitar 70%.

Untuk mempertemukan pemilik merek waralaba dengan calon mitra dan investor, hadir  FLEI Business Show di NICE PIK 2 selama periode 9-11 Oktober 2026. Pamerang tersebut digelar bersamaan dengan Café & Brasserie Expo Indonesia (CBE) yang mempertemukan pelaku usaha kafe, restoran, dan bar dengan para pemasok.

Baca Juga: Pameran IMMFC Perkuat Rantai Pasok Furnitur Indonesia

Royanto Handaya, Presiden Direktur Panorama Media, mengatakan, FLEI dan Café & Brasserie Expo (CBE) digelar berdampingan untuk menghubungkan investor waralaba dengan pemasok dan penyedia peralatan usaha. “Dengan mempertemukan seluruh mata rantai bisnis di satu lokasi, kami ingin setiap kunjungan menghasilkan tindak lanjut bisnis yang nyata,” ujar Royanto.

Penyelenggaraan tahun ini turut melibatkan kolaborasi sejumlah asosiasi industri, antara lain Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APKRINDO).

Ketua Umum WALI Levita G. Supit mengatakan, jumlah pendaftaran waralaba lokal kini telah menyamai, bahkan mulai melampaui, merek asing. Menurutnya, hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap merek dalam negeri.

Baca Juga: Mencari Peluang Kemitraan Bisnis Lewat Ajang Pameran

Meski demikian, calon mitra perlu cermat memilih waralaba. Pameran FLEI dapat menjadi ajang untuk membandingkan merek sekaligus memastikan legalitas pendaftarannya, kata Levita.

Untuk memperluas peluang bisnis, FLEI menghadirkan International Business Summit yang melibatkan pelaku usaha dari enam negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Program business matching mempertemukan pemilik brand, investor, dan calon mitra, sedangkan business conference membahas strategi pertumbuhan industri waralaba dan kewirausahaan.

“Banyak brand Indonesia, khususnya di sektor kuliner dan kopi, telah memiliki daya saing untuk masuk ke pasar regional. Yang dibutuhkan adalah akses jejaring dan mitra yang tepat, dan forum seperti International Business Summit membuka peluang tersebut,” ujar Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor KADIN Indonesia.

Jika FLEI berfokus pada peluang waralaba, Café & Brasserie Expo (CBE) menyasar kebutuhan operasional bisnis kafe dan restoran. Pameran ini mempertemukan pemilik usaha, pengelola gerai, barista, dan calon pengusaha dengan pemasok bahan baku minuman, peralatan, serta solusi bisnis.

Prospek industri kopi domestik turut mendukung peluang bisnis tersebut. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan konsumsi kopi Indonesia pada 2024/2025 mencapai 4,8 juta karung berukuran 60 kilogram, naik dari 4,45 juta karung pada 2020/2021.

Ketua Umum DPP Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Irsan Yumeno mengatakan, pertumbuhan kedai kopi meningkatkan permintaan biji kopi lokal dan membuka peluang bagi petani serta roaster dalam negeri.
“Semakin banyak pelaku usaha kafe yang menggunakan kopi Nusantara, semakin besar nilai tambah yang kembali ke hulu,” tutur Irsan.

Pengunjung juga dapat menikmati promosi BCA dan mengenal Ocean by BCA, portal bisnis digital terintegrasi yang menyediakan sekitar 100 solusi untuk mendukung transaksi, pembiayaan, dan operasional usaha, sekaligus menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan bisnis BCA.
Penyelenggaraan ketiga pameran ini turut didukung Lalamove sebagai Official Logistic Partner dan The 1O1 Hotel sebagai Official Hotel Partner

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×