kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Pamor sepeda motor bebek kian pudar


Selasa, 03 Juli 2012 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. Cara menghilangkan jerawat di punggung tanpa obat


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Keputusan pemerintah menaikkan uang pangkal (DP) kredit sepeda motor sampai 25% mulai dirasakan dampaknya. Pengaruh terbesar dirasakan pada sepeda motor jenis bebek yang penjualannya terus menyusut dibandingkan model lain (sport dan skutik).

Meski pasar skutik turun, tetapi tidak sebesar penurunan pasar sepeda motor bebek. Kondisi ini disampaikan Johannes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) di Cikarang, Jawa Barat (3/7).

"Rata-rata konsumen skutik Honda mengeluarkan DP lebih besar dari bebek, apalagi (model) sport jauh lebih besar. Jadi pengaruh terbesar memang ada pada (model) bebek," kata Loman.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), sepanjang Januari-Mei 2012 penjualan model bebek hanya 32,7% atau 1,045 juta unit. Jumlah ini menyusut karena pamor model skutik yang meningkat di mata konsumen dengan capaian penjualan 1,83 juta unit atau menguasai 57,5% dari total penjualan 3,188 juta unit.

Sampai akhir tahun, Honda memprediksi terjadi penurunan komposisi penjualan bebek, tetapi dari segi volume tetap meningkat. "Biar bagaimanapun, penggemar bebek tetap ada sampai kapanpun," tegas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM. (Agung Kurniawa/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×