kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Panca Budi (PBID) siapkan belanja modal Rp 100 miliar untuk merampungkan pabrik baru


Senin, 10 Februari 2020 / 17:55 WIB
Panca Budi (PBID) siapkan belanja modal Rp 100 miliar untuk merampungkan pabrik baru
ILUSTRASI. Panca Budi Idaman (PBID) menyiapkan belanja modal Rp 100 miliar tahun ini untuk merampungkan pabrik baru.

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen biji plastik dan kantong plastik, PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) terus mengawal agenda ekspansinya. Tahun ini, PBID menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 100 miliar untuk merampungkan pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Pemalang, Jawa Tengah.

“Diusahakan sudah bisa selesai sekitar bulan Mei atau Juni, semoga di semester kedua sudah bisa operasi komersial,” kata Sekretaris Perusahaan PBID Lukman Hakim kepada Kontan.co.id, pekan lalu (06/02).

Anggaran yang dikeluarkan akan memanfaatkan kas internal PBID serta dana sisa penawaran umum alias initial public offering (IPO). Asal tahu saja, PBID masih mengantongi dana Rp 76,02 miliar atau sekitar 24,91% dari total hasil bersih dana penawaran umum sebesar Rp 305,21 miliar yang diperoleh pada Desember 2017 lalu.

Baca Juga: Kejar pertumbuhan penjualan 10%, Panca Budi (PBID) perkuat posisi di Jateng dan Jatim

Pabrik baru yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare (ha) ini nantinya akan meningkatkan total kapasitas produksi terpasang dari yang semula sekitar 98.000 ton per tahun menjadi 121.000 ton per tahun.

Seiring dengan kehadiran pabrik baru, tahun ini PBID menargetkan pertumbuhan produksi sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini merupakan salah satu  strategi PBID menambah jumlah pelanggan serta mempertahankan pelanggan eksisting, utamanya di beberapa daerah dengan potensi pasar seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Asal tahu saja, saat ini PBID telah memiliki lebih dari 10.000 pelanggan toko-toko tradisional di berbagai wilayah Indonesia. Dengan jumlah ini, PBID mengklaim telah menguasai penguasaan pasar alias market share sekitar 32% secara nasional.

“Kalau stok persediaan kami kurang, bisa-bisa pelanggan kami beralih ke kompetitor,” jelas Lukman (06/02).

Tahun ini, PBID menargetkan bisa membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 10% dibanding tahun sebelumnya.

Sejauh ini, PBID belum merilis laporan tahunan untuk sepanjang tahun 2019 lalu. Kalau melihat laporan keuangan PBID pada sembilan bulan pertama tahun lalu, PBID mencatatkan penjualan sekitar Rp 3,49 triliun atau naik 10,20% bila dibandingkan dengan penjualan pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,16 triliun.

Sementara itu, laba bersih laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk alias laba bersih PBID turun 40,26% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 247,46 miliar pada kuartal III 2018 menjadi Rp 147,81 miliar di kuartal III 2019.

Baca Juga: Prodia (PRDA) dan Panca Budi (PBID) belum serap 100% dana IPO, ini alasannya
 




TERBARU

Close [X]
×