kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Paramount Land incar pemasaran melalui online


Minggu, 31 Januari 2016 / 16:25 WIB


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

TANGERANG. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat pengembang properti turut melirik pemasaran melalui jalur online.

Seperti yang dilakukan oleh Paramount Land. Pengembang properti yang bermarkas di Gading Serpong, Tangerang ini rencananya akan meluncurkan SuperPro.id.

Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land mengatakan, SuperPro.id ini merupakan pengembangan dari SuperPro (Supermarket Properti) yang sudah diluncurkan pada 6 Oktober 2015 lalu.

“Kemajuan teknologi secara digital telah begitu menguasai pasar, tidak terkecuali pasar properti. Pemasaran secara online lebih memudahkan konsumen karena jangkauan viral menjadi lebih dekat ke target market secara langsung,” ujar Ervan dalam rilisnya, Minggu (31/1).

Menurutnya, berdasarkan hasil survei calon pembeli properti, urutan pertama pertimbangan konsumen properti untuk mencari apa yang diinginkan adalah melalui situs properti. Dengan kata lain, cara-cara konvensional akan tergerus dengan sistem pemasaran online.

“Masyarakat kini lebih senang mencari segala sesuatu yang praktis. Memang, melalui teknologi ini selain menghemat waktu, proses lebih efisien karena tinggal membuka handphone atau komputer,” tambahnya.

Perkembangan bisnis E-commerce di Indonesia, lanjut Ervan, melesat dalam lima tahun terakhir. Hasil riset yang diprakarsai oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (Idea), Google Indonesia, dan TNS (Taylor Nelson Sofres) memperlihatkan bahwa tahun 2013 nilai pasar e-commerce Indonesia mencapai US$ 8 miliar atau sebesar Rp 94,5 triliun dan di tahun 2016 diprediksi naik tiga kali lipat menjadi US$ 25 miliar atau Rp 295 triliun.

Potensi ini dibarengi dengan jumlah pengguna internet yang mencapai angka 82 Juta orang atau sekitar 30% dari total penduduk di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×