Reporter: Aprillia Ika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Mungkin anda bingung dengan banyaknya tawaran iklan AC hemat energi. Baru saja muncul AC dengan teknologi low wattage, tiba-tiba muncul AC Panasonic Envio Inverter yang kabarnya mampu menghemat konsumsi listrik sampai separuhnya.
PT Panasonic Gobel Indonesia (PT PGI) merupakan satu dari dua pabrikan penyejuk ruangan (AC) yang telah mengenalkan teknologi inverter ke Indonesia. Teknologi yang sudah dua tahun masuk Indonesia ini mampu menghemat konsumsi energi AC sampai 50%.
Pada dasarnya, teknologi inverter adalah teknologi untuk menghemat penggunaan daya listrik. Teknologi ini bisa dipasangkan di beberapa produk rumah tangga seperti untuk AC, kulkas, oven sampai ke portable generator.
Saat ini baru dua pabrikan saja yang mengemas teknologi inverter ke dalam produk AC. Yaitu PT PGI dan sebuah merek Jepang Daikin.
Menurut Product Manager AC PT PGI Heribertus Ronny, terdapat perbedaan mendasar antara teknologi low wattage dan teknologi inverter di AC. Untuk low wattage, penghematan listrik dilakukan dengan cara mengecilkan kapasitas kompresor AC. Sehingga kecepatan pendinginan berkurang.
Sampai pada batas dingin, misalnya suhu 25 derajat, maka kompresor akan mati sementara kipas (fan) tetap menyala. Untuk tarikan pertama AC low wattage memerlukan dua kali daya AC tersebut. Nah, ketika suhu naik jadi 27 derajat, AC tersebut harus menyedot listrik lagi untuk menghidupkan kompresor dengan daya dua kali lipat. "Itu artinya, ada pemakaian energi yang tidak efisien," ujarnya.
Sementara untuk AC dengan teknologi inverter, terutama Envio Inverter kapasitas 1 PK, daya normalnya 900 watt. Akan tetapi pada saat pertama kali menghidupkannya, hanya dibutuhkan 75 watt saja. Selanjutnya, jika suhu sudah stabil, hanya butuh daya 300 watt saja. Dus, jika suhu tiba-tiba naik, tidak perlu menyedot listrik lagi.
Hal tersebut dapat terjadi karena dalam AC sudah terpasang semacam microprosesor yang dapat mengatur daya putaran kompresor. Jadi, ketika suhu sudah kembali stabil, kompresor tidak mati melainkan melakukan penyesuaian putaran. Sehingga, konsumsi listrik hanya perlu separuhnya saja. "Kalau low wattage, paling bisa hemat listrik sampai 15% saja," imbuh Ronny.
PT PGI merilis AC Envio Inverter bulan Februari 2009 lalu. PT PGI menargetkan mampu menjual 5.000 sampai 6.000 unit AC ini tiap bulannya. Harganya Rp 4,5 juta per unit. "Dengan harga ini, kami masuk ke segmen AC premium," tukas Ronny.
Pasar AC premium sendiri hanya 7% dari total pasar AC nasional. Tahun lalu, total pasar AC mencapai 950.000 unit. Sementara tahun ini Ronny meramal pasar AC bakal turun menjadi 900.000 unit saja.
Sebelumnya, PT PGI pernah menawarkan AC berteknologi inverter sejak dua tahun yang lalu. "AC Envio merupakan pembaharuan AC inverter kami lantaran lebih tipis," ujar Ronny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












