kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Pasar Apartemen Sewa &Kondominium Jakarta Mulai Terlihat Stabil di Paruh Pertama 2026


Kamis, 06 Agustus 2026 / 19:00 WIB
Pasar Apartemen Sewa &Kondominium Jakarta Mulai Terlihat Stabil di Paruh Pertama 2026
ILUSTRASI. Ekspatriat dan Korporasi Jadi Penyewa Utama Apartemen (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Knight Frank Indonesia, konsultan properti global melaporkan perkembangan permintaan pasar hunian vertikal, yakni apartemen sewa dan kondominium.

Dalam paparannya, Willson Kalip Country Head Knight Frank Indonesia menuturkan pasar apartemen sewa merupakan sektor dengan niche segment, atau memiliki pasar pada segmen tertentu.

Dia memperhatikan bahwa di Jakarta, penghuni apartemen sewa umumnya didominasi oleh expatriat dan corporate company client. Meski tingkat keterisian apartemen sewa terus pulih, namun belum berada pada kondisi performa seperti sebelum masa pandemi.

Periode tahun 2012-2013 menjadi salah satu masa kejayaan apartemen sewa,dengan tingkat keterisian apartemen sewa dapat mencapai 86%, dan pertumbuhan harga sewa mencapai double digit.

Pada periode semester I-2026 ini, ada sekitar 9.843 unit apartemen sewa dengan rerata tingkat penyewaan sedikit terkoreksi, yaitu sekitar 67,6%.

Baca Juga: Oversupply Apartemen Masih Menekan Pasar, BSDE Fokus Jual Unit Siap Huni pada 2026

Adapun rerata harga sewa untuk tipe serviced mengalami perbaikan dengan indikasi kenaikan tahunan sebesar 2% yoy, meski rerata harga sewa pada apartemen non servis sedikit terkoreksi, sekitar 1%. yoy.

Setidaknya, terdapat 872 unit baru yang akan kembali masuk pasar sampai tahun 2028 dengan submarket CBD memiliki tingkat hunian yang lebih tinggi dibandingkan submarket lainnya.

"Ini menunjukan preferensi tenant terhadap kawasan pusat bisnis," jelas Willson, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, di tengah masa perbaikan yang terus bergulir, tenan ekspatriat dari Asia Timur mendominasi hunian apartemen sewa di Jakarta, baik yang menetap di kawasan CBD maupun Prime Non?CBD. Expatriat asal Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah juga turut mewarnai hunian di ruang apartemen sewa Jakarta saat ini.

Awal tahun 2026 ditandai dengan berbagai dinamika pada sektor apartemen sewa, diantaranya beberapa project yang menunda proses launching?nya, sehingga pasokan terpantau tetap pada semester awal, namun diprediksi stok akan masuk kembali di akhir tahun ini.  

Dia juga menyebutkan bahwa persaingan di pasar apartemen sewa semakin ketat seiring bertambahnya pilihan hunian premium di Jakarta.

"Dalam kondisi pasar yang masih berada pada fase softening market, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas fisik properti, tetapi juga oleh kemampuan pengelola menghadirkan pengalaman tinggal (living experience) yang berbeda melalui layanan yang inovatif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan penyewa," imbuhnya.

Di saat yang sama, perluasan target pasar serta kolaborasi dengan sektor kreatif, pariwisata, dan ekosistem bisnis menjadi langkah strategis untuk menciptakan sumber permintaan baru dan memperkuat daya saing.

Baca Juga: Jendela360 Perkuat Layanan Manajemen Apartemen Sewa

Sementara dari sisi segmen pasar kondominium, Knight Frank juga melihat adanya geliat dan terus aktif bergerak. Terpantau, sepanjang parh pertama 2026, pasokan kondominium bertambah menjadi 249.107 unit, dengan selesainya 1 proyek baru di area Prime Non-CBD.

Lalu tingkat penjualan kumulatif berada di angka 96,3% dengan kumulasi penjualan kondominium tertinggi terjadi di segmen middle yang sebesar 39%, uppermiddle sebanyak 25%, dan high-end sebanyak 21% dari total penjualan.

Dalam perspektif submarket, wilayah CBD dan Prime-Non CBD menjadi area produk high-end dan uppermiddle yang diminati saat ini. Hal ini pula yang memberkan kontribusi secara umum, rerata harga unit baru menguat 1,5% yoy.

Adapun rerata penjualan stok baru meningkat tipis di angka 55%, di tengah 2.814 unit baru yang tengah dipasarkan saat ini. Knight Frank Indonesia mengatakan bahwa hunian vertikal yang berlokasi di pusat kota, memang memiliki daya tawar yang tinggi. Namun, saat ini pasar properti masih tumbuh selektif, di tengah pemulihan setelah pandemi dan berbagai tantangan ekonomi lokal dan global.

Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika pasar kondominium tumbuh terbatas, ditandai dengan angka penjualan tahunan yang terus terkoreksi, kondisi ini sudah mulai terindikasi sejak sebelum pandemi.

Baca Juga: Pasar Kondominium Jakarta Masih Tertekan dan Minim Proyek Baru

Knight Frank juga mengamati bahwa sepanjang semester I-2026, segmen menengah ke atas, dan segmen premium saat ini terdeteksi memiliki resiliensi yang cukup stabil cenderung aktif, ditandai dengan lebih dari separuh pasokan baru kondominium di Jakarta berasal dari kelas menengah ke atas sampai premium.

Bahkan, dalam tahun ini seluruh stok baru yang masuk berasal dari segmen premium. Sementara itu, transaksi hunian vertikal di tengah kota perlu berkompetisi dengan rumah tapak di wilayah hinterland dan pengembangan hunian di wilayah TOD (transit oriented development), hal ini
menjadi pertimbangan konsumen saat ini, yang umumnya berasal dari segmen menengah.

Willson Kalip mengatakan ke depannya, pengembang perlu memformulasikan lebih cermat terkait segmen pasar menengah yang masih menjadi fundamental permintaan hunian di perkotaan saat ini.

"Resiliensi penjualan kondominium pada segmen high-end menjadi salah satu penopang utama di tengah pemulihan yang belum merata," ujar Willson.

Namun untuk menjangkau pasar yang lebih luas, pengembang perlu lebih cermat dalam merancang produk, strategi harga, serta pendekatan pemasaran yang sesuai dengan segmen menengah sebagai basis permintaan terbesar saat ini.

Di sisi lain, terjaganya stabilitas kondisi sosial dan ekonomi juga menjadi faktor kunci yang akan menentukan signifikansi pertumbuhan pasar residential ke depan.

Baca Juga: Pasar Apartemen Kota Besar Stagnan di 2025, REI: Stok Masih Ratusan Ribu Unit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×