kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Oversupply Apartemen Masih Menekan Pasar, BSDE Fokus Jual Unit Siap Huni pada 2026


Selasa, 24 Februari 2026 / 17:23 WIB
Oversupply Apartemen Masih Menekan Pasar, BSDE Fokus Jual Unit Siap Huni pada 2026
ILUSTRASI. Pasar apartemen Jabodetabek dibayangi oversupply hingga 2026. (Dok/Sinarmas Land)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis apartemen di kota-kota besar masih menghadapi tantangan pada 2026. Menghadapi kondisi tersebut, pengembang properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memilih fokus mempercepat penyerapan unit siap huni ketimbang ekspansi proyek baru.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya, mengungkapkan bahwa pasar apartemen, khususnya di Jabodetabek, masih dibayangi oversupply. Kondisi ini belum membaik sejak pandemi Covid-19, yang dibarengi dengan preferensi konsumen yang masih condong ke rumah tapak. 

“Dari data yang dapat kita lihat, terutama di Jabodetabek menghadapi kelebihan pasokan unit apartemen, sehingga membuat unit sulit terjual,” ungkap Hermawan, kepada Kontan.co.id, Selasa (24/2/2026). 

Baca Juga: Trans Power Marine Lanjutkan Ekspansi Armada pada 2026, Siapkan Capex US$ 65 Juta

Sepanjang 2025, tren harga apartemen juga tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Untuk menggenjot penjualan, pengembang mesti mengandalkan berbagai strategi diskon demi menjaga minat beli.

Terkait prospek tahun ini, manajemen menilai pasar apartemen masih selektif dan sangat dipengaruhi faktor lokasi serta segmen. Menurut Hermawan, lokasi apartemen yang dekat area TOD atau area strategis akan lebih cepat terjual.

Dari sisi strategi, BSDE akan lebih menitikberatkan pada penyerapan inventaris unit yang telah tersedia. Perseroan menjalankan program pemasaran nasional bertajuk Royal Key yang berlangsung sejak 22 Januari hingga 31 Desember 2026.

“Kami akan fokus pada penyerapan inventaris unit apartemen kami. Konsumen dapat memanfaatkan pembelian unit apartemen siap huni dengan program pemasaran nasional kami yang terbaru yang bertajuk Royal Key yang secara resmi diluncurkan pada 22 Januari 2026 lalu,”  tambahnya. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Bekas Melejit 100%, Pedagang Sampai Rebutan Stok

Program Royal Key dibagi dalam empat periode sepanjang tahun, dengan nilai promo terbesar pada periode pertama dan berkurang secara bertahap di periode berikutnya. Berbagai insentif ditawarkan, mulai dari potongan harga hingga 26%, subsidi uang muka hingga 15%, pembebasan BPHTB dan biaya KPA, hingga voucher furnitur dan elektronik untuk periode tertentu. 

Produk yang ditawarkan tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express, bekerja sama dengan 22 bank rekanan.

Terkait ekspansi proyek baru, manajemen menegaskan prioritas masih pada stok yang ada. Meski demikian, BSDE melihat adanya indikasi positif meski pemulihan belum sepenuhnya terjadi.

“Kami melihat tanda-tanda positif sudah ada, tetapi pemulihan secara total tidak terjadi serta merta, masih tergantung pada daya beli konsumen, tren preferensi hunian,”  tandasnya. 

Sebagai informasi, emiten berkode saham BSDE ini membukukan prapenjualan sebesar Rp10,04 triliun sepanjang 2025, melampaui target Rp 10 triliun dan tumbuh sekitar 3% secara tahunan dibandingkan 2024 sebesar Rp 9,72 triliun.

Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,19 triliun atau 42% dari total prapenjualan 2025. Sementara segmen komersial, yang mencakup ruko, kavling komersial, dan apartemen menyumbang Rp3,73 triliun atau 37% dari total prapenjualan. Sisanya berasal dari penjualan lahan kepada perusahaan patungan sebesar Rp 2,13 triliun atau 21%.

Secara geografis, proyek di BSD City mendominasi dengan kontribusi sekitar 69% dari total prapenjualan 2025, didukung berbagai proyek unggulan. Kawasan Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur juga turut memberikan kontribusi signifikan.

Selanjutnya: Pembiayaan WOM Finance Capai Rp 1,80 Triliun Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: Pasar Kian Loyo, 5 Kripto Ini Berhasil Naik dan Menjadi Top Gainers

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×