Reporter: Noverius Laoli, Gloria Haraito | Editor: Rizki Caturini
jakarta. Kamera mirrorless sedang naik daun. Hampir semua produsen yang menggarap pasar ini gencar meluncurkan produk baru. Alhasil, persaingan antar produsen kamera di kelas mirrorless semakin memanas.
Tengok saja langkah yang diayunkan PT Panasonic Gobel Indonesia. Kamis kemarin (13/1), Panasonic kembali memperkenalkan kamera mirrorless model baru, yakni LUMIX DMC-GF2.
Wakil Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia Rinaldi Sjarif mengatakan, peluncuran kamera mirrorless terbaru ini merupakan langkah perusahaan mengukuhkan diri di pasar kamera. “Panasonic sebagai salah satu produsen produk consumer electronic memiliki komitmen menjadi salah satu pemain utama di pasar kamera digital di Indonesia,” kata Rinaldi (13/1).
Kamera DMC GF2 adalah kamera terkecil dan teringan dengan pengurangan ukuran mencapai 19% dan pengurangan berat sampai 7% dari pendahulunya. Kamera ini merupakan rangkaian produk LUMIX G Series yang mengadaptasi teknologi lensa berbasis micro-four-third.
Meski ukurannya lebih imut dan ringan, Panasonic mengklaim, GF2 tetap hadir dengan kemudahan pengoperasian serta kualitas gambar yang tajam. Itu sebabnya Manajer Jaringan Produk Panasonic Dharmaparayana Sthirabudhi optimistis, produk terbaru ini dapat bersaing di pasaran.
Dharma mengatakan, kehadiran GF2 diharapkan mampu mendongkrak penjualan Panasonic di Indonesia. Ia menargetkan penjualan kamera Panasonic tahun ini mencapai 77.000 unit. Target ini naik 16% dibanding penjualan 2010 yang sebesar 67.000 unit.
Jika target 2011 tercapai, maka Panasonic akan menguasai 12% pangsa pasar kamera. Saat ini Panasonic menguasai 10% pangsa pasar kamera kompak. Khusus segmen ini, Panasonic menargetkan pangsa pasarnya naik menjadi 12% tahun ini.
Cerahnya pasar mirrorless juga diakui oleh Olympus. Sandy Chandra, Manajer Pemasaran Olympus Customer Care Indonesia, mengatakan, mirrorless adalah kamera masa depan. Berbeda dengan kamera poket dan digital single lens reflex (DSLR) yang menggunakan cermin untuk mereflefksikan gambar, kamera mirrorless menangkap objek secara digital. Menurut Sandy, cermin inilah yang membuat kamera DSLR berat. Karena itu, dengan mengganti sistem kerja cermin dengan digital, maka bobot kamera mirrorless lebih ringan 30%.
Mengalihkan produk
Moncernya pasar mirrorless itulah yang mendorong Olympus masuk ke segmen ini tahun 2009. Di tahun itu, kamera mirrorless Olympus baru menyumbang 5% terhadap total penjualan Olympus. Tahun lalu, sumbangan kamera mirrorless melesat menjadi 23%. Di sisi lain, kamera DSLR memberi sumbangan 7% dan kamera poket 70%. "Ke depan, kami akan mengalihkan produk DSLR menjadi mirrorless," kata Sandy.
Olympus menargetkan sumbangan penjualan kamera mirrorless tahun ini meningkat menjadi 30%. Sementara porsi kamera DSLR ditekan menjadi 5% dan kamera poket 65%. Sepanjang tahun ini Olympus mengharapkan penjualannya tumbuh 30%. Target ini lebih besar dari pertumbuhan penjualan tahun lalu yang 15%-20%.
Demi mencapai target ini, Februari nanti Olympus akan melansir kamera mirrorless EPL2. Harganya Rp 7,5 juta per unit. Sebelumnya Olympus menggenjot pasar mirrorless melalui EP1, EP2, dan EPL1. Ketiga produk ini dijual Rp 5 juta-Rp 7,5 jutaper unit. Selain mirrorless, tahun ini Olympus juga akan merilis jenis kamera lain yang totalnya mencapai 42 produk baru.
PT Sony Indonesia tak mau kalah. Tahun 2010, Sony meramaikan pasar mirrorless dengan Alpha Nex5 seharga Rp 7,5 juta per unit. Rini Hasbi, Kepala Departemen Pemasaran dan Komunikasi Sony, mengatakan, pasar mirrorless menarik karena merupakan teknologi baru. "Kami konsisten meramaikan pasar tersebut dengan meluncurkan produk baru mirrorless tahun ini," kata Rini. Produk-produk mirrorless membuat Sony berada di posisi tiga besar di pasar kamera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)