kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Pasokan Batubara untuk Semen Belum Pulih, Aspebindo Dorong Diversifikasi Sumber


Rabu, 30 September 2026 / 18:40 WIB
Pasokan Batubara untuk Semen Belum Pulih, Aspebindo Dorong Diversifikasi Sumber
ILUSTRASI. Harga batu bara acuan periode kedua September 2026 (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mendorong penguatan diversifikasi sumber dan jalur pengiriman batubara untuk industri semen di tengah ketidakpastian pasokan batubara akibat El Nino dan kendala domestic market obligation (DMO).

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira menjelaskan, saat ini langkah yang perlu diperkuat pemasok bersama industri semen adalah diversifikasi sumber batubara dan jalur pengiriman, penjadwalan pengapalan lebih awal, serta penyediaan stok penyangga berdasarkan waktu tempuh dan risiko masing-masing pabrik.

"Pemasok dan pabrik juga perlu menyiapkan sumber alternatif yang kualitasnya telah diuji sebelum terjadi gangguan. Dengan demikian, pengalihan pasokan dapat dilakukan lebih cepat ketika jalur utama terkendala," katanya kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Anggawira bilang, Aspebindo juga telah mendorong opsi pencampuran atau blending batubara untuk memperluas pilihan sumber dan menjaga keekonomian. Namun, penerapan kebijakan harus melalui pengujian bersama tim teknis pabrik agar campuran tetap sesuai kebutuhan pembakaran dan mutu produk.

Baca Juga: Kementerian ESDM Klaim Pasokan Batubara untuk Semen Sudah Aman, Ini Kata Pelaku Usaha

Menurutnya, Aspebindo juga telah mendorong kontrak pasokan jangka menengah yang memuat jadwal pengiriman, standar kualitas, mekanisme penanganan gangguan, dan tanggung jawab masing-masing pihak. "Kepastian tersebut membantu pemasok menyiapkan modal kerja dan kapasitas logistik," imbuh Anggawira.

Adapun untuk jangka panjang, Aspebindo menilai pemerintah perlu mempermudah investasi fasilitas penyimpanan, terminal, dan jalur logistik alternatif dengan melibatkan badan usaha swasta.

"Target kita adalah membangun sistem pasokan yang mampu bertahan menghadapi gangguan berikutnya. DMO yang adil, kontrak yang jelas, dan logistik yang tangguh akan memperkuat daya saing industri semen sekaligus kepastian usaha pemasok," tandas Anggawira.

Baca Juga: Aspebindo Dorong Pemenuhan DMO Batubara untuk Industri Semen

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×