Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA . PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG menempatkan kesetaraan gender sebagai bagian dari strategi bisnis untuk mendorong kinerja operasional.
Hal ini tercermin dari penunjukan Reni Wulandari sebagai Direktur Operasi sejak April 2023, perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di perusahaan semen pelat merah itu.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri semen, Reni bukan sekadar simbol representasi, tetapi menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kinerja di lini operasi, yang merupakan tulang punggung bisnis SIG.
Peran ini krusial karena mencakup efisiensi produksi, optimalisasi pabrik, hingga pengendalian biaya di tengah ketatnya persaingan industri semen.
Sejak menjabat, Reni mengedepankan pendekatan “visible-felt leadership”, yakni keterlibatan langsung pimpinan di lapangan untuk memastikan eksekusi strategi berjalan efektif. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjaga produktivitas dan mempercepat pengambilan keputusan di area operasional yang kompleks.
“Kesetaraan gender bukan sekadar wacana, tetapi berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” ujar Reni dalam siaran pers, Senin (20/4/2026).
Dari sisi bisnis, langkah SIG membuka ruang kepemimpinan yang lebih inklusif dinilai sejalan dengan kebutuhan industri yang menuntut efisiensi tinggi sekaligus inovasi berkelanjutan.
Diversifikasi perspektif di level manajemen menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat daya saing perusahaan, terutama di tengah tekanan biaya energi dan fluktuasi permintaan semen domestik.
Reni sendiri memiliki rekam jejak panjang di lingkungan SIG Group. Ia pernah memimpin operasional pabrik di Tuban dan Narogong melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sebelum menjabat Direktur Operasi di PT Semen Gresik.
Pengalaman ini menjadi modal dalam mengelola kompleksitas operasi SIG yang tersebar di berbagai wilayah.
Dari sisi kebijakan, SIG menegaskan bahwa sistem pengembangan SDM berbasis merit menjadi fondasi utama. Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi, menyebut perusahaan menerapkan kebijakan Fair Employment Opportunity Policy untuk memastikan seluruh proses rekrutmen dan promosi dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi.
Perusahaan juga melengkapi strategi tersebut dengan berbagai inisiatif pendukung, mulai dari fasilitas bagi karyawan perempuan hingga pembentukan komunitas “Srikandi SIG” untuk pengembangan talenta.
Selain itu, kebijakan lingkungan kerja yang menghormati dan bebas dari diskriminasi diterapkan guna menjaga produktivitas dan retensi karyawan.
Secara keseluruhan, langkah SIG menunjukkan bahwa isu kesetaraan gender kini bergeser dari sekadar kepatuhan sosial menjadi bagian dari strategi bisnis.
Dalam industri padat modal seperti semen, optimalisasi sumber daya manusia—termasuk melalui kepemimpinan yang beragam—menjadi kunci untuk menjaga efisiensi dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













