kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Pasokan Chip Ketat, Persaingan Brand Smartphone dan Laptop Makin Sengit


Senin, 10 Agustus 2026 / 16:46 WIB
Pasokan Chip Ketat, Persaingan Brand Smartphone dan Laptop Makin Sengit
ILUSTRASI. Pengunjung Melihat Beberapa Ponsel di Pusat Perelanjaan (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan brand smartphone dan laptop diperkirakan makin ketat di tengah tekanan biaya komponen memori, terutama dynamic random-access memory (DRAM), yang pasokannya masih terbatas. Sementara itu, pasokan NAND dan solid-state drive (SSD) juga mulai ketat pada sejumlah segmen.

Kondisi ini terjadi karena produsen chip mengalokasikan kapasitas lebih besar untuk server dan artificial intelligence (AI). Akibatnya, ruang produksi untuk memori perangkat konsumen menjadi lebih terbatas.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai, vendor dengan skala produksi dan daya tawar besar memiliki posisi lebih kuat menghadapi tekanan biaya.

Baca Juga: Chip Makin Mahal, Persaingan Vendor Smartphone dan Laptop Makin Ketat

“Brand skala produksi besar dan daya tawar kuat relatif memiliki posisi lebih baik. Mereka biasanya mempunyai kontrak pasokan jangka panjang, volume pembelian besar, dan kemampuan menyerap kenaikan biaya melalui margin,” ujar Heru kepada KONTAN, Senin (10/8).

Vendor besar pun lebih leluasa menjaga harga produk unggulan. Sementara pemain kecil harus memilih menaikkan harga, menekan margin, atau menyesuaikan spesifikasi.

Tekanan biaya juga mendorong vendor menyesuaikan strategi produk. Pada segmen harga sensitif, pengurangan RAM atau storage dapat dilakukan untuk menjaga harga jual.

Sebaliknya, produk premium dinilai lebih mampu menyerap kenaikan biaya karena konsumen cenderung lebih memperhatikan fitur.

“Vendor akan melakukan kombinasi strategi mengurangi tekanan pada margin, melakukan product mix adjustment, menegosiasikan kontrak pasokan, dan memilih komponen secara efisien,” kata Heru.

Kondisi ini berpotensi memperkuat posisi brand besar. Namun, pemain kecil masih dapat bersaing melalui ceruk pasar, efisiensi distribusi, dan diferensiasi produk.

Dengan demikian, persaingan smartphone dan laptop ke depan tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Kemampuan mengamankan pasokan dan mengelola biaya juga menjadi faktor penting.

Baca Juga: MR.DIY (MDIY) Tahan Dampak Kenaikan Harga, Produk Value for Money Justru Makin Diburu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×